15 minutes of war dan kepopuleran unit anti teror perancis, GIGN

15 Minutes of war
15 Minutes of War – Youtube

Kasamago.com — Perang apa yang begitu singkat hanya 15 menit saja? Pertanyaan ini merebak di pikiran ketika saya akan mem Play film nya. Oh ternyata ,1 detik keraguan ini membuai saya memasuki sejarah peristiwa yang konon luput dan dirahasiakan dari publik pada masa nya dan bahkan jarang ada yang tahu sampai kisah nya di angkat dalam film berjudul 15 minute war ini.

15 Minute War in Djibouti

Bagi generasi milenial, pastinya pertama kali mengenal eksistensi pasukan anti teror GIGN dalam game pc klasik legendaris Counter Strike yang hingga kini pun masih saya mainkan saking timeless nya. GIGN atau Satuan Intervensi Gendarmerie Internasional (Groupe d’Intervention de la Gendarmerie Nationale) adalah satu dari sekian sedikit pasukan khusus anti teror terkemuka dunia selain SAS Inggris, Shayetet 13, Navy Seals, Spetnaz Alpha Group, GSG-9 dan sayang nya dalam Counter Strike tidak ada nama Den 81 Kopassus.

Nah dalam film based on true story 15 Minute War inilah salah satu sepak terjang termashyur Pasukan Anti Teror Perancis sejak di bentuk pada 1973, dimana kelak melambungkan nama GIGN sebagai salah satu Anti Teror terbaik dunia.

15 minutes of war
Unit Anti Teror GIGN – Amazon

Djibouti adalah negara koloni perancis terakhir di benua Afrika, alkisah di tahun 1976 di tengah gejolak sosial ekonomi dan khususnya politik dimana rakyat Djibouti semakin gencar menuntut kemerdekaan. Sebuah bis sekolah yang membawa 21 siswa perancis, amerika dan pribumi dibajak di tengah jalan. Dalam upaya melewati perbatasan Somalia, Bis mogok di tengah perbatasan Djibouti Perancis dan Somalia.

Petinggi di Paris menjawab kasus penyanderaan ini dengan mengirim 5 orang dari unit pasukan khusus ditambah 1 orang penasehat militer Amerika.

Selama berjam jam ke 5 orang pasukan khusus ini menyiapkan rencana dan persiapan menewaskan ke 4 teroris sekaligus dalam suatu aksi tembakan jitu bersama. Keraguan dan ketakutan akan jatuh nya banyak korban dari para sandera membuat Paris urung memberikan perintah.

Singkat cerita, kelima pasukan khusus ditambah 1 orang Amerika ini pun nekad melakukan rencananya sendiri tanpa persetujuan Paris karena melihat situasi di lapangan yang sudah tidak bisa di tunda lagi. Misi berhasil dan menjadi prestasi tersendiri bagi unit ini dimana kelak mereka akan memakai nama resmi GIGN.

Kisah Penyanderaan di Djibouti ini sendiri, dirahasiakan perancis dari publik bertahun tahun, hingga akhirnya di angkat ke layar lebar. Djibouti sendiri kemudian mendapat kemerdekaannya satu tahun kemudian pada Juni 1977.

Comments

comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *