I-400, Nenek Moyang Kapal Selam berpeluru kendali

I-400

Ketika tak sengaja membuka channel National Geographic, saluran ini tengah menampilkan program dokumenter tentang teknologi yang dianggap melampaui zamannya. Teknologi tersebut adalah I-400, Kapal Selam Induk yang mampu membawa tiga buah Pesawat tempur Aichi M6A Seiran.

I-400 adalah lambang kemajuan teknologi Angkatan Laut Jepang di masa Perang Dunia II front Pasifik. Inilah kapal selam yang sukses membuat militer Amerika Serikat terpana. Teknologi paling unik, Anti Mainstream dan tentu saja visioner. Kelak, I-400 lah yang menginspirasi dan membuka potensi teknologi kapal selam di era Perang Dingin dan masa kini.

Potensi yang terinspirasi dari Kapal Selam I-400 adalah Kapal Selam kini dilengkapi peluru kendali (misil) berhulu ledak konvensional maupun nuklir dengan jangkauan yang begitu dashyat dan presisi.

Sekilas tentang I-400

I-400 menjadi senjata pamungkas dan rahasia milik Tentara Imperial Jepang yang terlambat hadir. Ditengah kemunduran militer Jepang melawan Sekutu, I-400 dipaksa hadir diwaktu yang tidak tepat. Kejadian yang juga sama dialami militer Nazi Jerman dengan teknologi pesawat tempur bermesin jet, Meriam Artileri raksasa dan tentu saja roket legendaris karya  Wernher Von Braun yang menjadi misil balitik pertama di dunia.

I-400 class direncanakan di buat 5 buah, tapi hanya tiga yang terealisasi (400, 401, 402). Namun hanya 402 yang tidak dioperasionalkan. Rencananya, I-400 dan I-401 akan digunakan untuk Menyerang Balik Amerika Serikat.

Serangan balik tersebut adalah menyerang dan menghancurkan terusan Panama, jalur byPass dari samudra Atlantik ke samudra Pasifik. Jika Panama lumpuh, Angkatan Laut Amerika serikat akan memutar jauh melalui ujung benua Amerika latin. Sehingga diharapkan mampu mengganggu kemampuan militer Amerika.

Sayang rencana tersebut terpaksa dibatalkan karena Angkatan Laut Jepang terus didesak mundur, hanya tinggal menunggu waktu Amerika menyerbu daratan Jepang. Maka, demi mencegah gerak maju militer Amerika, I-400 dan I-40I ditugaskan menyerang dari garis belakang lawan di sekitar Ulithi Atoll Kepulauan Carolina. Sayang I-401 ketangkap basah kapal perusak Amerika Serikat, Karir I-401 pun tamat tanpa sempat melakukan perlawanan.

Saat itu bisa dikatakan seluruh samudra Pasifik berada dalam genggaman Angkatan Laut Amerika Serikat. Sehingga Gerak gerik militer Jepang terasa begitu mudah dilacak, apalagi jalur komunikasi Jepang sudah diretas oleh Amerika.

Seiran

Akhir I-400

Tak lama setelah I-401 kandas, kini giliran nasib malang menerpa I-400. Perang telah usai dengan pernyataan menyerah tanpa Syarat Jepang yang digelorakan oleh Kaisar Hirohito. I-400 yang tengah melancong ke Permukaan tertangkap basah Kapal prusak Amerika. Ketika ingin kabur dengan menyelam, Mesin I-400 malah mogok. Jadilah I-400 terperangkap dalam bidikan moncong meriam Kapal Perang Amerika.  

Komandan I-400 bersikukuh tidak akan menyerah demi menjaga kerahasiaan teknologi I-400. Barulah setelah diperintahkan menyerah oleh Tokyo, I-400 akhirnya menyerah pada Amerika Serikat dengan mengibarkan bendera Hitam sebagai bukti menyerah. Beberapa prajurit AL Amerika kemudian memasuki I-400 dan menyegel ruang kendali agar I-400 tak mencoba kabur. I-400 dibawa ke Tokyo dan selanjutnya ke Pearl Harbour untuk di pelajari.

Di tahun 1946 dengan sebuah alasan yang dianggap terlalu lebay, I-400 dikaramkan oleh Amerika agar teknologinya tidak ditiru oleh Uni Soviet. Memasuki tahun 1950-an, militer Amerika serikat memperkenalkan Kapal selam yang mampu menggotong dan menembak Rudal / Misil jarak jauh. Teknologi baru Kapal Selam ini dianggap buah dari mempelajari Kapal Selam I-400 dan Roket V-2.

Baca : Misteri Kapal Induk Typhoon Russia

Kenapa Pesawat Tempur diganti Rudal ? Mungkin mengangkut Pesawat dengan kapal selam kurang efektif dan mematikan ketika dunia memasuki era rudal dan luar angkasa. Terbukti hingga kini, Kapal selam dengan kemampuan misil nya tetap menjadi senjata yang begitu menakutkan dan mematikan.

Mitsubishi Aichi M6A Seiran

Ada yang unik dari Pesawat Aichi M6A Seiran, sebelum terbang mesin Seiran perlu dipanasi tapi imbasnya deru mesin Seiran dapat dilacak radar lawan. Nah solusinya adalah menggunakan Oli yang sudah panas. Ketika Sieran akan digunakan, Oli mesin panas akan disalurkan ke mesin dari tangki khusus. Dengan cara ini, Seiran dapat langsung lepas landas tanpa memanasi mesin.

Ribetnya lagi, ketika kembali ke dalam Kapal selam, Seiran harus mendarat di samping I-400 kemudian sebuah crane akan menariknya ke atas, lalu baru dimasukan kembali ke dalam Kapal.

All copyrights of Images belong to their respective owners.

Comments

comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *