Adu Gesit antar Hybrid Helicopter, Airbus X3, Sikorsky X2 dan V-22 Osprey

Kasamago.com – – Siapa bilang helikopter tak mampu selincah dan segesit pesawat bersayap tetap (fixed wing) bermesin Turbo propeller maupun Jet Mesin karena beberapa dekade ini, perusahaan Helikopter kenamaan dunia seperti Eurocopter (Airbus Helicopter), Sikorsky dan Boeing tengah serius mengembangkan sebuah helikopter se Gesit pesawat Jet.

Sudah menjadi polemik umum bahwa desain rotor / baling baling Helikopter konvensional menghambat kegesitan dan membatasi kecepatan ketika terbang meluncur lurus menghadap lokasi tujuan. Desain konvensional ini lantas diutak utik oleh para produsen Helikopter, ada yang merevolusi total ada pula yang memodifikasi di sektor engine nya. Salah contoh Helikopter “normal” Gesit yang memanfaatkan kekuatan mesin nya adalah Mil Mi-35 Russia (335 kmh) dan Boeing CH-47 Chinook USA (170 knot/315 kmh).

Berbeda dengan memodifikasi kekuatan mesin, me-format total desain Helikopter keseluruhan membutuhkan effort yang luar biasa, waktu, dan biaya tentunya. Dari mungkin sekian pengembangan Helikopter bercita rasa pesawat, ada tiga jenis yang cukup populer di dunia, salah satu nya sudah full Operasional di jajaran Militer Amerika Serikat. Mereka adalah Airbus X3, Sikorksy X2, dan Boeing V22 Osprey.

Sikorsky mulai mengembangkan Helikopter rasa Pesawat atau lebih dikenal Hybrid Helikopter sejak dekade 80-an. Proyek ini bernama X2, Helikopter “abnormal” yang dilengkapi sepasang Counter-Rotating Rotor di ekor nya sebagai penyeimbang sekaligus pendorong helikopter pada kecepatan tinggi. X2 menjadi Helikopter populer dari Sikorsky sebelum tahun 2010 sebelum muncul pesaing dari project prestisius Eurocopter (Airbus Helicopter) bernama X3.

Berbeda dengan X2, X3 dibekali sepasang dua propeller standar layaknya pesawat terbang perintis/Turbo prop di kedua ujung sayap mini nya. Kedua Rotor Konvensional ini lebih kompeten dalam meningkatan kecepatan helikopter sekaligus men-stabilkannya.

Penerbangan perdana dan test flight X3 sangat memukau para pengamat dirgantara, banyak yang antusias dan percaya akan masa depan X3 di market Hybrid helikopter yang mungkin akan booming ditahun tahun mendatang. X2 sendiri akhirnya dihentikan pengembangannya pada 2011 sejak di terbangkan perdana pada 2008 silam. X3 sendiri mampu memecahkan Rekor speed X2 (250 knot / 460 kmh) yakni mencapai 255 knot / 472 kmh.

Airbus X3 digubah dari desain dasar Helikopter serbaguna AS365 Dauphin sehingga desain X3 masih bercirikan Heli serba guna dengan perubahan Hybrid nya. Berbeda dengan X2 yang lebih menyerupai sebuah pesawat tempur latih, Kapasitas penumpang nya tentu sangat egois.

Salah satu Hybrid Helicopter lainnya dan kali ini yang paling teruji adalah Boeing V-22 Osprey (Maks speed 565 kmh) yang telah digunakan militer Amerika serikat dalam operasi militer di Irak dan Afghanistan. Kesuksesan V-22 Osprey sedikit banyak menggeser popularitas Chinook sebagai Heli angkut pasukan / logistik. V-22 didesain ala pesawat angkut dengan sepasang tiltrotor sayap tinggi yang memungkinkannya untuk Take Off Vertical/Short Landing ala Helikopter dan melaju gesit ala pesawat. Sayang, V-22 lebih dikategorikan sebagai Ras pesawat terbang  ketimbang Helikopter,  mengingat desain body nya yang kurang enak menyandang jenis Helikopter.

Last, Publik penerbangan akan disuguhi persaingan menarik oleh perusahan helikopter papan atas dalam hal teknologi helikopter berkecepatan tinggi. Siapa yang unggul dan paling berhasil menarik untuk di kaji. Airbus telah selangkah lebih maju dengan X3 nya, yang diharapkan menjadi batu pijakan bagi pengembangan teknologi Hybrid berikutnya.

Comments

comments

4 Comments
    • kasamago

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *