Aero L-29 Delfin, Jet tempur latih yang terlupakan

Aero L-29 Delfin

Kasamago.com – – Tak hanya membeli jet tempur MiG-21, MIiG-17, MiG-15 dan pembom Tu-16 , AURI (TNI AU) saat itu juga membeli jet latih tempur dari blok timur (Uni Soviet). Di jamannya, Jet latih tempur ini usianya tergolong sangat  muda dan modern pada jamannya. Inilah Aero L-29 Delfin, atau populer juga disebut L-29 Dolphin dalam bahasa Inggris.

Eksistensi jet tempur ini lumayan besar pada masanya,  Aero L-29 Delfin menjadi jet latih militer standar untuk negara-negara Pakta Warsawa di era 60-an. Di lingkup NATO, L-29 sekelas dengan keluarga jet Hawk besutan British Aerospace. L-29 diproduksi oleh Aero Vodovochy dari Chekoslowakia.

Engine

Mesin Cekoslowakia M701 dengan tujuh ruang pembakaran memiliki daya dorong mencapai 1.960 lbs, serta kecepatan maksimum 820 km/jam. M701 merupakan mesin pesawat jet pertama yang mempunyai kompresor sentrifugal fase tunggal dimotori oleh flow turbin axial fase tunggal. L-29 dapat mengudara selama 2 jam 30 menit dengan jarak jelajah hingga 894 km, menggunakan tip tank pada sayap.

Aero L-29 Delfin memiliki desain maksimal untuk pesawat kelas sub-sonik dengan posisi tempat duduk tandem dengan sayap lurus. Pesawat ini mampu mengangkut dua drop-tanks 150 kg, 100 kg bom, dengan pod yang masing-masing berisi empat roket 67 mm atau dua pod senapan mesin 7,62 mm. Kecepatan maksimal dengan persenjataan penuh di bawah sayap mencapai 0,7 Mach dan 0,75 Mach tanpa persenjataan.

L-29 Delfin TNI AU

Dari 3.500 unit yang di produksi. 3000 pesawat dikirim ke Uni Soviet, sedangkan sisanya dikirim ke negara blok-timur atau negara non-blok yang memiliki hubungan pertemanan dengan Uni Soviet, termasuk Mesir, Irak dan Indonesia.

Indonesia menempatkan Aero L-29 Delfin pada Skadron Udara 15 (pada waktu itu bernama Kesatuan Pendidikan 017) di Lanud Adi Sucipto, Yogjakarta. Pasca tragedi 1965, L-29 kena imbasnya. Karena dianggap berkonotasi dengan Uni Soviet, L-29 sempat terabaikan. Meski putus hubungan dengan Blok Timur, L-29 AURI tetap dipertahankan berkat kerjasama dengan pabrikan Aero Vodochody. L-29 tetap bertugas hingga digantikan oleh BAE Hawk MK 53 di tahun 1980.

Akhir Tugas

Pasca di ganti Hawk MK53, L-29 Resmi Pensiun. Saat ini, L-29 TNI AU masih dapat dilihat di Museum Pusat TNI AU Mandala Dirgantara, Yogyakarta, SMK Penerbangan Solo. Sebagian  ada yang dijual ke luar negeri seperti Amerika Serikat dan Australia dan saat ini bahkan masih terbang di kalangan pehobi aviasi. Last, Kini TNI AU menggunakan KAI T-50 Golden Eagle sebagai Jet Tempur latih saat ini. 

Sumber/Referensi : @skadronudara15official

Comments

comments

3 Comments
    • kasamago

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *