Alasan kuat kemenangan Ajaib Mahathir Mohamad

Mahathir Mohamad – pic by WSJ.com

Kasamago.com, – – Drama Pilihan Umum Raya (PRU) Malaysia ke 14 pada Rabu 9 Mei lalu berlangsung fantastis dan mengundang decak kagum jagat persilatan. Bagaimana tidak, Sang Maestro sekaligus MahaGuru mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir mohamad yang sudah berusia 92 tahun mencalonkan diri kembali sebagai oposisi melalui kubu Pakatan Harapan, dan hasilnya menang!! Luar biasa.
Menggugurkan ekspektasi bahwa sang petahana PM Najib Razak dengan Kubu Barisan Nasionalnya kuat tanpa lawan akan menang mudah.

Turun Gunung

Banyak pertanyaan menggelesit, ada apa ini? Mengapa Mahathir yang sudah purna segalanya dalam masa keemasanya harus turun gunung. Dalam dunia Kungfu Panda ini seperti Master Oogway hidup lagi demi membantu Po berjuang sebagai pendekar naga.

Alasan

Beberapa kemungkinan alasan kembalinya Mahathir dan kekalahan kubu Najib Razak antara lain :

  1. Isu Korupsi yang menerpa Najib Razak ,menggelapkan ratusan juta dollar dana 1Malaysia    Development Bank (1MDB)
  2. Isu Pro China yang di labelkan pada PM Najib Razak
  3. Investasi China yang dianggap mengkuatirkan dan merugikan Malaysia
  4. Bangkitnya Nasionalisme dan kesadaran publik Malaysia
  5. Naiknya harga kebutuhan pokok dan BBM
  6. Dll

Dengan serentetan isu negatif di atas, terbentuklah trigger ajaib bahwa kekuatan besar penguasa Petahana ternyata dapat dikalahkan, artinya Rakyat menghendaki Perubahan. Ini mirip dengan Pilkada DKI 2017 silam, bahwa kubu Ahok sangat kuat tiada lawan tapi ternyata bisa dikalahkan.

Inspirasi bagi Pilpres 2019

Pagelaran akbar PRU – 14 Malaysia yang berlangsung lancar dan gentlement agaknya dapat dijadikan patokan dan harapan bagi event Pilpres 2019 mendatang. Bukan hanya kejutan siapa yang menang, melainkan bagaimana 15 juta rakyat Malaysia dan KPU malaysia menyelenggarakan pemilihan umum sebaik mungkin.

Semua berjalan sesuai harapan, dan malah mengukir lembaran sejarah bagi Malaysia dan dunia, mereka memiliki pemimpin tertua di dunia yang baru saja terpilih.

Last, akhirnya jelas sudah bahwa di era kepemimpinan jaman now, seorang pemimpin tak hanya cakep, pinter ngeles, dan seabrek pencitraan, namun dituntut keras oleh rakyatnya agar menjalankan roda pemerintahan yang menghasilkan kemakmuran, keadilan dan kedaulatan.

Jika tidak mampu,bersiaplah untuk menerima kenyataan pahit sekalipun cara curang dipaksa dilakukan, karena di tangan Sang Pencipta mereka bukan apa apa.

Comments

comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *