Ambiguitas Makar dan Supremasi Pencak Silat

Pencak Silat
Presiden dan Prabowo – sindonews
Kasamago.com – – Barusan saya merinding, mendengarkan lagu kebangsaan Indonesia Raya bergema berturut turut dalam pentas Olahraga se benua Asia, Asian Games 2018.

Prestasi Pencak Silat

Menjelang berakhirnya Asian Games 2018, Indonesia berhasil memperbaiki peringkat dari posisi ke 5 menjadi ke 4 kembali mengalahkan Iran. 
Terlepas dari rasa salut, bangga dan hormat pada kontribusi cabor Tim Indonesia lainnya, yang berjuang mempersembahkan yang terbaik bagi prestasi olahraga tanah air. Pemicu akselerasi jumlah medali emas tim Indonesia ternyata ada di cabang olahraga (cabor) Pencak Silat, yang sukses menyapu habis perolehan medali emas.
Menonton di layar Televisi sembari berdiri (saking tegang nya), mata tak kuasa berkedip menyaksikan para atlet Pencak Silat berjibaku memperebutkan medali emas. Rasa tegang baru luluh saat sang wasit memilih tangan atlit Indonesia untuk di acungkan ke udara tanda kemenangan.
Di moment inilah, tanpa terasa pikiran melayang bernostalgia ke masa SMA, saat  wasit mengangkat tangan saya sebagai sang pemenang dalam suatu kejuaraan Pencak silat. Meski hanya dilevel Kabupaten, namun rasa haru dan bangga begitu meledak, latihan keras fisik dan mental akhirnya terbayarkan.
Sosok “08” alias Prabowo Subianto sebagai ketua IPSI yang hadir mendampingi Presiden Joko Widodo, menambah semarak kemenangan cabor Pencak Silat. Kedua nya terlihat mesra meski secara politik adalah lawan duel legendaris.

Ambiguitas Makar

Definisi Makar menurut saya sama saja dengan Kudeta atau Coup d’etat alias merebut atau menggulingkan kekuasaan yang sah dengan cara yang tidak sah.
Cara tidak sah di artikan dilakukan secara paksa,  baik secara kasar maupun halus. Contoh Makar secara kasar adalah Kudeta Jendral Abdel Fattah el-Sisi di Mesir (2013) dan secara halus,  Kudeta Militer Jendral Prayut chan o cha di Thailand (2014).
Untuk dapat melakukan Makar, seseorang atau pihak haruslah memiliki kekuatan baik massa, uang dan senjata. Dalam sejarah nya pelaku Makar tersukses biasanya berasal dari faksi Militer dan sipil bersenjata lengkap.
Ironis dan Tragis nya.. Definisi Makar bersejarah di atas justru di kacau balaukan di Indonesia. Baru kali ini dalam sejarah dunia, Kaos bergambar hastag 2019GantiPresiden di anggap Makar, kampanye hitam, padahal sudah dipastikan. Berkali kali.. hastag 2019GantiPresiden adalah ekspresi masyarakat yang dilindungi konsitusi.
Bagi yang Berpikiran sehat, akal nya jernih, Tuduhan pemakai kaos 2019GantiPresiden sebagai Makar jelas kelewatan alias Sesat ! . Suatu ekspresi publik yang menginginkan perubahan secara sah konstitusional saat Pilpres 2019 kok mau Makar.
Di bilang kampanye juga salah karena hastag ga nyebutin nama Capres. Yang tanding aja terlihat mesra,  kok supporter nya yang stress. Woless.. 
So.. di tengah kebahagiaan prestasi tim Indonesia di Asian Games, dan ketabahan korban gempa Lombok.. marilah tetap  berkompetisi secara bermartabat,  sehat, penuh kebenaran, bekerja sama membangun kejayaan Ibu pertiwi.

Comments

comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *