Bahaya Laten menunda Makan

Asam Lambung

Kasamago.com – –

Menahan Lapar dan Menunda Makan sekilas secara diksi terlihat bermakna sama, namun sejatinya secara tentatif begitu bersebarangan.

Menahan Lapar adalah membiarkan Perut keroncongan secara disengaja meski memiliki peluang besar untuk segera mengatasinya, penyebabnya bisa karena diet, uang makan habis, atau demi kepentingan spiritual.

Sedangkan Menunda Makan adalah keadaan dimana Perut sudah teriak kelaparan stadium akhir namun pemilik Perut tidak memiliki waktu untuk segera mengisinya, entah karena sibuk atau tidak menemukan lokasi warung makan.

Bahaya Keji Menunda Makan

Inilah secuil kisah dan pengalaman Pribadi tentang apa akibat yang harus dipikul jika memaksa Menunda Makan meski Perut sudah mengibarkan bendera putih dan alarm meraung raung begitu menakutkan.

Alkisah, saya dan teman-teman melaksanakan pekerjaan dari pagi hari hingga sore hari dengan melewatkan waktu makan siang. Perut sebenarnya sudah bergejolak pada pukul 11 an kurang, seiring bertambahnya menit, bertambah pula tingkat resonansi sekian richter, Perut mulai Erupsi.

Jam satu Siang Perut mampu diredam dengan selembar Mendoan cryspy, tapi apa daya, dalam sejarahnya Mendoan memang tidak dirancang reaktor energi, protein dan kalori utama. Walhasil, dalam menit berikutnya Perut kembali bergemuruh dalam ritme merangkak. Pelan, agak cepat, semakin cepat dan lebih cepat.

Pukul 3 Sore, pekerjaan selesai, Saya kembali ke Kantor serta bersiap menyambut suara denting lonceng agung yang menandakan jam bubar kantor. Akibatnya, merasa sudah terlalu nanggung untuk mengisi perut, saya Kembali menunda makan karena sebentar lagi dapat bersantap ria dirumah ketimbang makan disekitaran kantor.

Namun saya kembali tertahan, Seorang teman meminta bantuan untuk mendesain seragam. Saya iyakan dan sanggupi, butuh 30 menit untuk menyelesaikan permintaan sang teman, untungnya Perut sudah tidak merongrong lagi tapi gantian stamina tubuh drop begitu dalam, pandangan buyar, konsentrasi entah kemana mungkin kabur duluan.

Bencana pun Tiba

Dalam keadaan emergency ala Ultraman ini, saya bergegas memacu Auto Vajin (nama motor saya) menuju rumah terdekat, Apesnya 1 km sebelum tiba dirumah, Hujan deras menghujam hingga basah kuyup. Sampai dirumah, masih menunggu lagi hidangan sore selesai dimasak. Sembari menunggu saya menyeduh secangkir kopi hitam untuk menyegarkan badan dan pikiran yang kian terkoyak.

Hidangan pun ready, Oseng Sayuran dan Seciri Sambal Pedas saya santap dengan Full Throttle, High Speed pokoknya. Alhamdulilah, Perut teratasi dan badan mulai kembali pulih.

Pada pukul 7 Malam Bencana tak terduga hadir, Saya tiba-tiba demam tinggi, kepala pusing gak terhingga, sendi ngilu, badan nggreges, keringat dingin keluar. Bingung.. Bingung.. Saya sulit mendeteksi saya sedang mendapati penyakit apa. Semakin malam, rasa sakit semakin liar, saya mulai curiga dan menganggap ini seperti gejala Demam Berdarah seperti yang dulu alami.

Gara Gara Kopi dan Sambal

Esok paginya, berangkatlah saya menuju gerbang Klinik PMI karena pusing masih mencengkram, sedang demam dan nyeri sendiri berhasil diatasi oleh 2 tablet Sanmol.

Didepan Dokter Saya curhat kronologis kejadian, hasilnya Kopi dan Sambal pedas menjadi penyebab nya. Alhamdulilah bukan DB karena tensi masih normal. Kondisi perut lapar jika langsung dihajar Kopi plus makanan asam pedas lain akan membuat fisik terasa disentrum tegangan tinggi, Kolaps dah fisik manusia karena lambung menjadi korbannya.

Singkatnya, saya mengalami gejala Asam Lambung. Wuessh, penyakit langganan Saya sejak SMP.

Sebagai penikmat Kopi peristiwa ini tentu sangat menyayat hati karena kopi justru bak senjata makan tuan bagi saya.

Last, itulah sekilas Pengamalan mengerikan saya akibat menunda Makan. Jika perut kita dalam situasi lapar, Ingatlah Jangan sekali kali menyantap Kopi dan makanan Pedas lainnya, JASMERAH !!

Comments

comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *