Battle for Iran

Iran vs Amerika
Iran vs Amerika – pic by rmol.id

Kasamago.com — Sudah lama tidak menulis tentang negeri Mullah alias Iran (Baca juga : Protes Iran dan Iran vs Saudi ), Negeri besar di benua Asia Barat (Timur Tengah) ini selalu memantik perbincangan media kapan saja.

Iran, sampai saat ini menjadi satu satunya negara besar yang belum takluk menghadapi dominasi Amerika Serikat dan sekutunya. Iran terus bertahan dengan beragam cara di tengah gempuran Labelisasi, Fitnah, Agitasi dan Ancaman. 

Invasi Amerika

Pada bulan Juni 2019, mencul serentetan peristiwa yang diduga kuat bermaksud untuk menyeret Iran ke kancah konflik terbuka. Dimulai dari serangan terhadap kapal Kargo Arab Saudi di selat hormuz yang dituduhkan pada Arab Saudi (False Flag Operations). Pembajakan Kapal Tanker Iran oleh Inggris, lalu dibalas aksi serupa oleh Iran (Stena Impero Hijacking), kemudian Penembakan Drone Amerika oleh Iran. Serta belum lama ini, pemboman kilang minyak Aramco Arab Saudi oleh Armada F-35 Israel yang lalu dituduhkan pada Iran.

Presiden Donald Trump hampir setiap waktu melontarkan ancaman untuk menyerang Iran, namun tetap saja dibatalkan pada ujung nya dan terus berulang.

Perang Dingin

Jika Amerika tetap ngotot melancar invasi militer ke Iran, diperkirakan korban akan jauh lebih dashyat dari Perang Afghanistan dan Irak. Berbeda dengan Afghanistan dan Irak, Militer dan Rakyat Iran lebih solid sehingga eskalasi perlawanan jelas lebih berbahaya. Sedang secara Persenjataan, Iran juga lebih siap, terbukti berbagai provokasi dan penyusupan oleh instrumen udara Amerika berhasil di lumpuhkan.

Last, Perang terbuka Antara Iran vs Amerika dan sekutunya masih sebatas gertak sambal. Kedua pihak paham akan resiko yang mesti mereka nikmati jika perang terbuka terjadi. Amerika sepertinya lebih fokus menghadapi Iran dengan metode Asymetric Warfare, PsyWar, dan HybridWar sembari menanti, Negeri mullah menampilkan kelemahan utamanya. Iran pun demikian, akan berusaha sekuat tenaga mengantisipasi berbagai serangan Amerika. Inilah Perang Dingin terbaru di abad ini.

Comments

comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *