Belajar dari pendahulunya, Apakah Mahesa bernasib sama?

Kasamago.com, –

Mahesa
Kiat Mahesa – Pic by Tempo

Industri otomotif nasional seperti sudah dikutuk bangkit maju, terbebas dari cengkeraman Industri otomotif Asing. India, Korea, Iran, Malaysia, adalah contoh sukses Negara berkembang menjadi negara maju dalam Industri Otomotif nya.

Mereka berhasil membangun merk lokal yang bersaing kuat melawan asing, Tata Motors, Hyundai, Khodro, Proton. Keberhasilan mereka agaknya masih sulit didekap, berbagai usaha telah dilakukan namun tetap berujung pada kefanaan.

Sejarah Industri Otomotif Lokal

Di era Orde Baru, munculah nama TIMOR ( Titisan Mobil Rakyat), Bimantara dan Texmaco. Ketiganya berhasil merilis kendaraan yang diharapkan sebagai batu loncatan kedepan nya. Runtuhnya Orde baru menjadi kuburan bagi mereka.

Memasuki Era Reformasi, giliran Industri sepeda motor yang mencoba peruntungan. Ada Kanzen, merk motor yang pabriknya di resmikan Presiden SBY namun akhirnya gagal bersaing di pasaran.

Lalu sinar datang dari Kota Solo, Mobil Esemka karya Bapak Sukiyat dan para pelajar SMK menjadi heboh di media masa. Harapan mulai bertampu pada Esemka, sayang waktu akhirnya menunjukkan Esemka hanya menjadi alat propaganda dan pecintraan menggapai kekuasaan.

Baca Juga :

Kanzen Ultima

Neoliberalisme dalam Otomotif Nasional

Kiat Mahesa

Setelah mangkrak dengan proyek Esemka nya, Sukiyat merilis prototype mobil khusus pertanian dan perkebunan yang mendapat perhatian langsung dari Kementrian Pertanian. Bengkel Kiat Motor milik Sukiyat di Klaten, telah merampungkan tiga prototipe (mobil double cabin, mobil pick up, dan mobil peralatan pertanian) yang diberi nama Moda Angkutan Hemat Pedesaan (Mahesa).

Mobil pedesaan buatannya ini bakal dibandrol dengan harga yang relatif terjangkau untuk para petani, masing-masing Rp50 juta, Rp60 juta, dan Rp70 juta. Besar-kecilnya harga bergantung dari kapasitas angkut hasil pertanian atau perkebunan. Rencananya pada Agustus 2018 akan mulai diproduksi massal untuk mobil angkutan pertanian.

Mobil Mahesa ini memakai mesin diesel 650cc 1 piston, buatan CV Karya Hidup Sejahtera (KHS) Yogyakarta, produsen traktor Quick.  Mesin ini diklaim mampu mengeluarkan tenaga puncak sampai 16,8 PS dengan kecepatan maksimal mencapai 55km/jam.

Konsumsinya solanya lumayan ngirit, 1 liter untuk 30 Kilometer. Kelebihan lain dari Mahesa adalah, mesinya memakai sistem power take off yang dapat disambungkan ke mesin-mesin pertanian, untuk membantu pak Tani. Adapun interiornya, mobil Mahesa ini cukup minimalis.

Konsep dan Ide Mahesa begitu luar biasa, menyasar kaum Rural yang terbiasa luput dari perhatian pusat. Tujuan dan harapan agar Mahesa menjadi alat utama pendorong mobilitas jual beli produk hasil pertanian/perkebunan jelas sangat wajib diupayakan.

Namun jika kasus industri otomotif nasional terdahulu tidak dijadikan pembelajaran dan pembenahan jangan harap Mahesa tampil ke panggung pasar otomotif Nasional.

Kuncinya, political will dan effort nyata Pemerintah serta dukungan masyarakat.

Ref. GoodnewsfromIndonesia

Comments

comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *