Berkat Milenial dan E-Wallet, Indonesia Menuju Era Cashless Society

Cashless
Cashless – pic by Legaleraindonesia

Kasamago.com – – Produk-produk fintech mulai banyak bermunculan di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Menurut Otoritas Jasa Keuangan Indonesia, produk fintech di Indonesia dibagi kepada empat jenis. Pertama, Payment, Clearing, and Settlement yang memberikan layanan utama berupa platform yang memudahkan pengguna dalam urusan pembayaran. Kemudian E-Aggregator yang melayani pengguna untuk membuat keputusan dengan cara mengumpulkan dan mengolah data yang diperlukan. Lalu produk fintech Manajemen Keuangan dan Risiko sebagai platform bagi pengguna untuk melakukan investasi. Terakhir, produk fintech Peer-to-Peer Lending dengan layanan utama sebagai platform untuk menghubungkan  investor dengan pencari dana.

Maraknya penggunaan produk fintech ini menunjukkan kalau digitalisasi di bidang finansial sudah menjadi tuntutan zaman. Dalam perkembangannya, proses digitalisasi ini memunculkan fenomena cashless society, dimana transaksi finansial masyarakat tidak lagi bergantung pada uang kertas dan koin fisik, tapi melalui transfer informasi secara digital.

Untuk konteks Indonesia, pemerintah mulai memperhatikan dan mendukung cashless society sejak 2014 ketika Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) dicanangkan pemerintah. Menurut data yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia, transaksi uang elektronik hingga September 2019 tercatat sebesar 490.218.726 kali dengan nominal uang yang beredar sejumlah 13.820.413 juta rupiah.

Popularitas adaptasi cashless society ini sedikit banyak didukung oleh pola perilaku milenial dalam bertransaksi. Milenial cenderung lebih akrab dengan teknologi, sehingga kebutuhan akan aplikasi-aplikasi fintech akan semakin tinggi di masa depan.

Dari semua jenis produk fintech yang sudah beredar, produk-produk e-wallet adalah yang paling populer dan banyak digunakan. Ada alasan yang jelas dibalik hal ini. Pertama, secara konsep, e-wallet ini mudah untuk dipahami, tidak seperti produk fintech lain seperti peer to peer lending yang cenderung lebih kompleks dari segi proses. Kedua, risiko di sisi nasabah dan penyedia layanan cenderung rendah.

Makanya, di zaman sekarang banyak perbankan yang sudah mengintegrasikan layanan mereka dengan beberapa e-wallet populer. Salah satunya adalah aplikasi digibank by DBS. digibank by DBS ini memiliki fitur-fitur menarik yang mampu menunjang kebutuhan milenial akan sebuah sistem keuangan yang 100% cashless, terutama di sektor sistem pembayaran.

Di zaman sekarang, milenial sangat terbiasa dengan aplikasi e-wallet terutama OVO.  Dalam praktiknya, aplikasi OVO ini berfungsi sebagai alternatif uang tunai. Keduanya banyak dipakai karena kemudahan dan dukungan merchant yang luas. Memang, ada banyak sekali merchant yang sudah bekerjasama menjadi partner sehingga mau memberikan diskon dan cashback yang menggiurkan dan sayang untuk dilewatkan. 

Makanya, ada baiknya kalau kamu tidak membiarkan saldo OVO kosong. Namun, kalau sudah terlanjur kosong dan kamu ingin melakukan top up OVO, kamu bisa menggunakan fitur bayar beli di aplikasi digibank by DBS.

Selain untuk melakukan top up OVO, lewat fitur bayar beli di aplikasi digibank by DBS, kamu juga bisa melakukan top up saldo e-wallet lain seperti LinkAja, eMoney, M-tix, Gopay dan membeli voucher iTunes.

Kamu juga bisa melakukan pembayaran tagihan bulanan seperti tagihan PLN, Kartu Kredit dan bahkan bayar BPJS. Malahan, kalau kamu kebetulan suka main game, kamu juga bisa beli voucher games dari Garena, Gemscool dll untuk membeli item-item favoritmu.

Hambatan Utama

Tingkat penggunaan fintech seperti e-wallet memang semakin tinggi. Namun, yang menjadi hambatan utama dari berkembangnya cashless society adalah minimnya tingkat literasi keuangan masyarakat dan pengetahuan mengenai sistematika keuangan non-tunai.

Makanya, masyarakat perlu diberikan edukasi terlebih dahulu. Edukasi paling mudah bisa diberikan oleh pemerintah melalui program-program pergerakan non-tunai. Selain itu, perusahaan pembuat produk-produk fintech jika mau dan mampu juga bisa memberikan edukasi kepada masyarakat sembari meluncurkan atau mempromosikan produk fintech.

Jadi, sudah siapkah kamu menjadi bagian dari cashless society?

Comments

comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *