Bijak memilih A400M sebagai pengganti Hercules

A400M

Kasamago.com – – Seperti yang sudah saya sebutkan dalam artikel sebelumnya tentang Hercules di sini dan disini, bahwa di usia nya yang tak lagi muda, sudah sewajarnya bila Hercules masuk dalam prioritas program Minimum Essential Force (MEF) guna di remajakan atau diganti. Sayangnya, terasa sulit mengganti Hercules yang telah menjadi icon populer pesawat angkut militer, ditambah darma baktinya yang luar biasa.

Sebuah Artikel di situs Angkasa.co.id tentang adanya Opsi pembelian Airbus A400M sebanyak 5 unit seharga 2 milyar dolar membuat hati ini riang gembira. Setelah kabar Helikopter AW 101 ditunda pembeliannya, giliran kabar A400M mencuat ke permukaan.

Tetapi sebenarnya, rencana pengadaan Airbus A400M telah beredar sejak lama. Ada alasan dan keinginan kuat dari TNI AU untuk segera meminang Pesawat transport made in Eropa. Karena disisi lain, Armada Hercules berpacu dengan Usia serta perkembangan jaman, dengan kata lain sudah sepatutnya untuk diremajakan.

Sayang, kabar indah tentang A400M tersebut segera ditampik oleh KSAU yang baru, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto yang menegaskan belum ada proses pembelian. Bisa jadi berlarutnya rencana pengakuisisian A400M karena menanti hasil Investigasi A400M di Sevilla, Spanyol tahun 2015.

Mengapa A400M

Ada beberapa pilihan pesawat pengganti Hercules, tetapi agaknya Airbus A400M lah yang paling tepat bin bijak untuk dipilih sebagai pengganti Hercules. Berdasarkan banyak pemberitaan, A400M adalah pesawat angkut Turboprop paling canggih sejagat saat ini.

Pengembangannya diawali dari program FLA (Future Large Aircraft), diprakarsai oleh Inggris, Perancis dan Jerman. Mampu lepas landas dan mendarat dilandasan pacu yang pendek (STOL). Dibekali empat mesin TP-400 D6 dengan delapan bilah propeller buatan Ratier-Figeac.

Dengan Putaran Kontrarotasi, Material CFRP (Carbon Fiber Reinforced Plastic) yang kuat bin ringan, membuat kinerja mesin dan konsumsi bahan bakar lebih efisien. Selain untuk mengangkut prajurit Paratroopers, A400M juga berguna sebagai Ambulan terbang, mampu membawa 25 tenaga medis dan 60 tandu standar NATO.

Fitur lainnya adalah Full Glass Cockpit, sistem kendali fly-by-wire, 9 layar LCD berukuran 6”, HUD (Head Up Display), dan MMMS (Military Mission Management Systems).

Mewujudkan N300

Adanya kerjasama Airbus dan PT DI merupakan nilai tambah, kedepan bisa jadi PT DI akan mendapat mandat untuk merakit komponen2 penting A400M. Sebuah pijakan strategis demi mengembangkan pesawat transport militer sendiri.

IPTN (PT DI) pernah berniat mengembangkan N300, varian pesawat angkut militer jika N250 dan N270 telah sukses operasional. Dengan keberhasilan pengembangan N250 saat itu, tentu bukan hal sulit lagi bagi IPTN untuk bersiap memproduksi pesawat angkut bagi TNI AU. Sayang, Tragedi Politik telah mengacaukan rencana strategis jangka panjang di ranah Industri Dirgantara, mengubur total impian yang belum sempat terwujud.

Berharap saja jika A400M berhasil dioperasionalkan TNI AU mampu menginspirasi kembali PT DI untuk menghidupkan kembali rencana pengembangan N300. Kedigdayaan dan Prestige Militer suatu negara tak ditentukan oleh banyaknya Alutsista Import yang dibelinya tetapi sejauh mana negara tersebut mampu memproduksi Alutsista strategisnya sendiri.

Comments

comments

2 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *