Blackout PLN atau Blackops PLN ?

Blackout PLN
PLN – Inews ID

Kasamago.com – – Jagat Nyata dan Fana nusantara digegerkan oleh padam nya listrik di Ibukota Jakarta dan sebagian kota lain di Pulau Jawa. Di zaman modern serba elektronis 4.0 sekarang ini, Listrik adalah Energi Vital yang wajib di kelola Super Maximum Priority. Dampak pertama yang viral di media adalahnya terhenti nya KRL dan MRT di tengah perjalanan nya, ratusan hingga ribuan orang merana di tepi jalan terhambat mobilitas nya.

Salah Siapa ?

Siapa yang salah? apa penyebab nya ? mungkin menjadi pertanyaan terlaris menanggapi pemadaman listrik PLN atau Blackout PLN ini. PLN sebagai perusahaan listrik negara yang mengurusi energi listrik menjadi pihak yang tunjuk hidung nya. PLN menyebut terjadi kerusakan pada 3 fasilitas listrik di 3 tempat berbeda, yakni PLTU Suralaya (Banten 1), Transmiris SUTET, dan PLTU Paitan Pacitan.

Parah nya, gangguan Suplay Listrik ini juga menyerang Ring 1 dan Objek Vital hingga Sektor Telekomunikasi yang seharusnya tidak boleh atau terlarang terkena pemadaman Listrik, Wibawa dan Kepercayaan pada Negara akan sangat terancam. Jika kondisi Damai saja begini, apalagi saat Open War alias kondisi Darurat Perang.

Langkah pertama selain perbaikan teknis seharusnya di ambil Pemerintah, Khususnya Presiden beserta jajaran petinggi PLN untuk meminta maaf kepada korban terdampak sekaligus memberikan kompensasi yang layak. 

Blackout atau BlackOps

Pertanyaan selanjutnya adalah, mengapa supply energi listrik yang begitu vital apalagi menyerang Objek Vital dan Telekomunikasi terpenting di negeri ini begitu mendadak dan tanpa backup dari sumber energi lain?

Apakah kerusakan alami? Apakah ada keteledoran dalam maintenance nya? Efek Gempa 7,4 SR yang mengguncang Banten? atau apakah ada unsur Sabotase di dalam nya?? .Sulit membayangkan kerusakan di tiga titik berbeda terjadi karena kerusakan alami , alam ataupun malprosedur karena sangat langka terjadi. Unsur Sabotase sangat penting untuk di investigasi lebih lanjut.

Adanya unsur Sabotase berbalut kepentingan politik sangat mungkin terjadi, mengingat kondisi kepemimpinan nasional dibawah Presiden Jokowi tengah mengalami delegitimasi oleh sebagian besar rakyat nya. Terimbasnya Istana Negara, Sektor Telekomunikasi dan rumah para pejabat tinggi negara seperti ada yang berusaha “Nakal” terhadap Pemerintah saat itu, Entah apa itu tujuan nya, sebuah Ancaman, Peringatan, atau Kenalakan tingkat tinggi.

Last, di jagat Twitter sempat mencuat ada semacam Blackops (Black Operation, covert military or political operations that may employ measures not generally authorized)  bersandi Operasi Toba yang dilakukan oknum oknum di negeri ini, benar atau tidaknya harus di perdalam oleh Pemerintah sebagai penanggung jawab, Rakyat akan menanti hasil nya, jika tak segera diselesaikan, Dugaan Sabotase oleh Pasukan Blackops akan semangkin terngiang di benak masyarakat.

 

Comments

comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *