Blade Runner 2019 vs 2049

Blade Runner

Kasamago.com – –

Film Blade Runner 2049, mendadak jadi hot topic. Mirip seperti Tron, sekuelnya baru dibuat setelah 35 Tahun lamanya dimana Blade runner dirilis pada 1982.

Sebelum menonton sekuelnya, saya pun menyiapkan bekal pondasi cerita dengan menonton prekuelnya. Gaya film Blade Runner mengambil model Neo Noir, atau bahasa awam nya film kelam dengan nuansa grunge, dark, pokoknya didominasi warna gelap temaram.

Film jenis ini sontak mengingatkan saya dengan film kartun Akira (1988), Ghost in The Shell (1995), dan Live action movie Casshern (2004). Aura filmnya terasa sama.

Blade Runner

Bersetting di tahun 2019, umat manusia melalui Tyrell Corporation menciptakan Replicant, Bio Engineering Human. Sebagai Budak (pelayan) bagi tugas manusia.

Seiring waktu, munculah Replicant jenis Nexus 6. Cerdas dan kuat secara fisik. Mereka ingin menjadi “manusia” seutuh nya. Umat manusia pun mulai berusaha melenyapkan Replicant yang memberontak.

Guna menghabisi Replicant, dibentuknya pasukan/petugas kepolisian bernama Blade Runner.

Yang menarik Blade Runner adalah setting tempat dan teknologi yang di usungnya. Iklan hologram, mobil terbang, komputer A.I, di tahun 1982 adalah sesuatu yang istimewa, apalagi visual effectnya. Jempol untuk Ridley Scott.

The Story

Tahun 2019, Blade Runner bernama Deckard (Harrison Ford) mendapat misi melenyapkan 3 Replicant Nexus yang menyusup ke Kota. Di bantu kekasihnya, Rachel seorang Replicant, misi Deckard pun tuntas.

Film luar biasa di era nya, namun meninggalkan setumpuk pertanyaan. Sejarah Replicant ? apakah Deckard manusia atau replicant ?

Pertanyaan itulah diharap terjawab di sekuelnya.

The Sekuel

Di bintangi Ryan Gosling sebagai Blade Runner bernama KD6-3.7 / Joe, Setelah membunuh replicant bernama Sapper, Joe menemukan artefak berupa rambut dan kerangka Replicant yang terkubur selama 30 Tahun. Ternyata Replicant tersebut hamil dan melahirkan. Misteri pencarian pun dimulai untuk mengetahui siapa kerangka tersebut, dimana anaknya dan siapa ayahnya.

Si sekuel bukanya mengakhiri jawaban tetapi justru menambah pertanyaan penuh liku yang berhubungan dengan masa depan manusia dan replicant.

Skor : 4.5 (orginal), 4.0 (sekuel), Ide, Konsep, Effect nya cukup memorable

Baca Juga :

Ghost In The Shell

film terbaik Januari – Juni 2017

Comments

comments

2 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *