Bukit Tranggulasih, Wahana surgawi untuk menikmati Sunrise !

Kasamago.com – – Nama Bukit Tranggulasih sedang menjadi primadona pembicaraan dikalangan penghuni Kota Purwokerto dan sekitarnya terutama di pertengahan 2015 lalu. Apa sebenarnya Bukit Tranggulasih itu? Rasa penasaran memaksa untuk mencari jawabnya pada Paman Gogel dan teman yang telah mengunjunginya. Bukit Tranggulasih adalah sebuah Bukit yang berada di komplek lereng Gunung Slamet, tepatnya berada di Desa Windujaya kecamatan Kedung Banteng, Kabupaten Banyumas.

Yang istimewa, dari puncak bukit inilah mata akan disuguhi hamparan pemandangan luas dari 4 sudut sekaligus. Keleluasaan pandangan yang didapat di Bukit Tranggulasih membuatnya menjadi tempat yang memukau untuk menikmati kedatangan Matahari alias Sunrise maupun Sunset di kala senja.

Berkunjung ke Bukit Tranggulasih

Parkir Bukit Tranggulasih
Bagaimana menemukan Bukit Tranggulasih? Awalnya pikiran khawatir langsung menghantui, mulai dari jalan kaki menanjak ala pendakian, hingga jalur yang terjal dan membutuhkan bekal yang cukup. Realitanya, semuanya sirna dan sama sekali salah ! Bukit Tranggulasih sangat mudah ditemukan dan dijangkau, bahkan berdekatan dengan area objek Wisata Baturraden.

Ada tiga cara yang dapat ditempuh untuk menjangkau sang Bukit, yakni :

Pertama, melalui Kecamatan Kedung Banteng, Lurus ke Keniten, Melung kemudian Windujaya, ikuti jalur yang ada dan rasakan pemandangan indah yang menyertai dikanan kiri jalan. Jalur ini termasuk yang paling extrim, jalurnya naik turun sekian derajat ketajaman, meski jalannya teraspal cukup baik perlu persiapan kendaraan yang baik untuk melaluinya. Seiring meningkatnya pamor dan popularitas Bukit Tranggulasih, petunjuk jalan pun mudah ditemui, ikuti saja dan bila masih bingung tanyakan pada warga sekitar dijamin pasti sampai. Jalur pertama inilah yang saya tempuh ketika mengunjungi Bukit Tranggulasih pertama kalinya di awal bulan Oktober 2015 lalu. Perjalanan menghabiskan waktu sekitar setengah jam an, bagi yang tak suka tanjakan dan turunan tajam, Saya tak merekomendasikan jalur pertama ini.

Kedua, Jalur wisata Baturraden dan Curug Gede desa Ketenger. Inilah jalur termudah, tercepat dan ternyaman untuk dilewati. Jalanan mulus terhampar hingga ke lokasi Bukit Tranggulasih, Turunan dan Tanjakan tak se ekstrem Jalur pertama, masih bisa ditolerir oleh segala jenis kendaraan termasuk Sepeda Onroad. Waktu yang ditempuh bila memilih Jalur ini relatif singkat, sekitar 15 menit kurang atau lebih tergancung tarikan gas kendaraan yang dipilih. Ikuti Jalur yang disediakan hingga menuju wilayah Desa Windujaya, nantinya akan menemukan papan tanda Bukit Tranggulasih dan sebuah mulut jalan menanjak ke arah dimana Bukit Tranggulasih berada.

Ketiga, Jalur ini sebenarnya jalur tengah atau potongan, berada diantara Jalur Pertama dan Kedua. Ditempuh melalui Desa Karang Nangka dan Kutaliman, lalu bergerak lurus ke utara mengikuti jalan yang ada hingga menemui pertigaan dengan jalur Kedua, dari Jalur Ketiga belok ke Kiri sedangkan dari Jalur Kedua belok ke Kanan. Sisanya ikut jalur yang ada hingga menemukan Papan Tanda Bukit Tranggulasih. Waktu yang ditempuh hampir sama dengan Jalur Kedua, kondisi jalannya pun relatif baik dengan jalanan naik turun yang tak se ekstrim jalur Pertama.

Indahnya Sang Bukit

Bukit Tranggulasih
Sungguh mata ini serasa tersihir dengan keindahan alam yang terhampar dari atas Bukit Tranggulasih. Disisi Timur kita akan melihat pemandangan Objek Wisata Baturraden dari arah inilah keistimewaan sang Bukit, Terbitnya sang fajar dapat dilihat dengan keleluasaan pandang yang luar biasa luas. Disisi Timur laut berdiri dengan indahnya sang Bukit Cendana, letak dimana lokasi Perkemahan terkenal berada, lalu disisi utara jelas ada deretan pegunungan lereng Slamet, disisi barat terhampar pandangan luas yang siap menyongson Sunset, Diselatan bagaikan menyaksikan bentangan horison samudra laut, Kota Purwokerto dan sekitarnya.

Meningkatnya jumlah kunjungan sekaligus nama Bukit Tranggulasih membuat pengunjung tak perlu bersusah payah lagi membawa bekal, mencari bekal ataupun menitipkan kendaraannya. Sekitar 100 meter dibawah bukit telah tersedia tempat parkir minimalis bagi Kendaraan Roda dua dan turun lagi sekian puluh meter dibawahnya tersedia parkir roda empat. Ketika saya mengunjungi Bukit Tranggulasih, tampak ada sekitar 4 Warung penjaja makanan dan tempat melepas lelah, serta ada beberapa lagi yang sedang tahap pembangunan membuat Puncak Bukit tak seperti Bukit seharusnya yang sepi dan penuh ilalang, Kini Bukit Tranggulasih bagaikan sebuah pedukuhan ramai ala tempat kongkow di perkotaan.

Asyiknya lagi Puncak Bukit terdiri dari 3 Tingkat, Tingkat kedualah yang paling Saya rekomendasikan. Posisinya paling menawan dan telah dilengkapi tempat duduk yang siap memanjakan mata kita menyaksikan hamparan pemandangan indah yang tersedia. Sedikit Nasib kurang beruntung menyertai saya ketika ke Bukit Tranggulasih, karena niat hanya mengecek lokasi bukan langsung memburu Sunrise, saya pun meluncur di sore hari ketika panas masih terik menyengat dan debu musim kemarau berhamburan disana sini.

Udara berdebu dan efek panas memaksa saya segera mempersingkat kunjungan di Bukit Tranggulasih, So memang Sore Hari atau Subuh dini hari lah waktu yang direkomendasikan untuk mengunjungi Bukit ini, selain demi Sunset atau Sunrise, menghindari debu dan panas menyengat di musim kemarau adalah alasan utamanya.

Bagi yang belum berkunjung, segeralah ke Bukit Tranggulasih dan jangan lupa, buanglah sampah ditempatnya.

Comments

comments

One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *