Calvin, Alien cerdas dari Planet Mars

Calvin
Pic by reeladvice.net

Juni 2017 dunia perfilman sedang dimeriahkan dengan pencapaian gemilang film Wonder Women nya Gal Gadot dan The Mummy yang malah menjadi kebalikannya.

Ketimbang membahas kedua film blockbuster tersebut, hati saya lebih bergairah mengulas tentang film LIFE yang iklan trailer di tv nya sukses membuat saya penasaran banget.

Film tentang sci-fi luar angkasa memang menjadi salah satu idaman saya seperti film Journey to the Mars, Gravity, The Martian, Alien, Elysium, Armageddon, Star Trek, the Passanger, dan lainnya.

About LIFE

Singkatnya dari sinopsis dan trailernya, LIFE berhasil menarik perhatian saya untuk segera menontonnya. Benar saja, meski kurang heboh dipasaran tetapi setelah menontonnya, saya merasakan kepuasan yang berkesan.

LIFE mengangkat tema klasik bin biasa saja namun berhasil di eksekusi dengan menarik, yakni tentang perjuangan umat manusia mendapatkan sample organisme / makhluk hidup yang ada di planet Mars, dengan maksud mengetahui Apakah Mars memang terbukti dapat dijadikan bumi kedua umat manusia?

Tersebutlah 6 orang Astronot/Ilmuwan yang terdiri berbagai negara yakni Sho Murakami (Hiroyuki Sanada) dari Jepang, Rory Adams (Ryan Renolds) dan David Jordan (Jake Gyllenhaal) dari Amerika, Miranda North (Rebecca Ferguson) dan Hugh Derry (Ariyon Bakare) dari British, Ekaterina Golovkina (Olga Dihovichnaya) dari Rusia.

Mereka berkerja di stasiun luar angkasa internasional (ISS) dalam suatu misi khusus yakni meneliti contoh organisme mars yang dikirim dari kapsul Pilgrim.

Bencana di balik Harapan

Mulanya para Astronot berhasil menghidupkan organisme mars dari tidur panjangnya, hal ini menjadi harapan bagi masa depan akan tujuan Mars sebagai calon bumi kedua.

Di Bumi, perwakilan dari masyarakat menamakan organisme tersebut dengan nama Calvin, nama dari sebuah sekolah dasar di Amerika.

Karena suatu kecelakaan ringan, Calvin mendadak mati suri. Oleh Derry, Calvin dipicu sengatan listrik agar terbangun kembali.

Calvin memang hidup lagi, tetapi juga memberi tanda bagi dirinya agar bertahan hidup dengan berbagai cara termasuk membunuh makhluk lain sebagai makanan.

Bencana besar pun dimulai…

Calvin ternyata sebuah organisme yang begitu cerdas, cepat beradaptasi dan berkembang. Satu demi satu para Astronot menemui ajalnya ketika berusaha membunuh Calvin.

Sayang, tak hanya cerdas, Calvin yang memiliki bentuk menyerupai bintang laut dan ubur ubur itu memiliki lapisan kulit yang sulit ditembus.

Cara mengalahkan Calvin adalah menjauhkannya dari Oksigen, dan gilanya Calvin tahu akan hal ini.

Hanya David dan Miranda yang masih hidup berusaha melenyapkan Calvin dengan membuangnya ke Angkasa Luar. Sayang, usaha mereka berantakan, Calvin dan David justru mendarat ke Bumi, sedangkan Miranda malah terhempas ke angkasa luar.

Skor : 4/5.0 ~ Ide pasaran dengan eksekusi menawan, Calvin yang dielu-elukan justru menjadi bencana bagi umat manusia.

Comments

comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *