Crypto AG, Produsen Alat Komunikasi Rahasia yang fenomenal

Cyrpto AG
Cyrpto AG – pic by Wikimedia

Kasamago.com – – Pada medio awal Februari 2020, Publik dunia termasuk tanah air sempat dikejutkan dengan laporan surat kabar Amerika, Washington Post dan layanan siaran non profit Jerman, Zweites Deutsches Fernsehen (ZDF).

Bahwa dekade 1050 an hingga 2018, Crypto AG bersama CIA dan Intelejen Jerman, BND (Bundesnachrichtendienst), melalui proyek berkode Thesaurus dan Rubicon menyadap perangkat komuniasi buatan Crypto AG, dengan kata lain, seluruh negara yang menggunakan produk Crypto AG menjadi pasien penyadapan mereka.

Indonesia, Salah satu negara pemakai produk Crypto AG terbesar tentu menjadi buah bibir media nasional. Berarti selama ini, aktifitas Intelejen nasional menjadi bahan sadapan asing. Tingkat kredibilitas dan profesionalitas dunia Inteljen pun menjadi pertanyaan besar. 

Jawaban pihak Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) bahwa sejak lama, penggunaan alat komunikasi terenkripsi yang digunakan kalangan intelejen dan persandian tidak hanya menggunakan produk luar melainkan berupaya memanfaatkan produk karya sendiri, Sangat normatif nan casual.

Bagaimanapun itu, dunia intelejen adalah tabir yang sulit di akses publik. Benar tidaknya Indonesia menjadi pasien penyadapan asing, hanya Pemerintah yang paham. Namun informasi dari media media asing tentang adanya penyadapan adalah realita yang tak boleh diragukan, tapi harus di telaah lebih dalam.

Peristiwa ini menjadi Repetisi, bahwa tiada yang sempurna dalam produk manusia, Setiap negara, termasuk Indonesia haruslah mengembangkan alat komunikasi rahasianya tersendiri agar terhindar dari penyadapan asing.

Mengenal Crytpo AG

Chiper
Chiper Machine – Stripes

Di didirikan di Swis oleh pria kelahiran Rusia, Boris Hagelin, sebelumnya bernama AB Cryptoteknik yang didirikan oleh Arvid Gerhard Damm di Stockholm, Swedia pada 1920. Produksi pertama perusahaan ini adalah alat enkripsi C-36, setelah Arvid meninggal, investor AB Crytoteknik, Boris Hagelin mengambil alih perusahaan.

Pada Perang Dunia II, Hagelin menyuplai alat komunikasi enkripsi kepada US army. khususnya pada divisi pemecah sandi nya (Signal Intelligence Service). Tercatat 140.000 alat digunakan pasukan Amerika sepanjang Perang.

Memasuki dekade 50an, Hagelin menjadi kerjasama erat dengan NSA dengan memasok mesin enkripsi pada NSA. Barulah di tahun 70an, Crypto AG menjalin kerjasama strategis dengan CIA dan BND. Kedua badan intelejen ini pula dikabarkan menjadi pemegang saham nya. 

Di Tahun 2018, Crypto AG dilikuidasi, seluruh aset dan kekayaan intelektualnya dijual pada dua perusahaan baru  Cyone dan Crypto International AG. Produk dari Crypto AG antara lain radio, Ethernet, STM, GSM, telepon dan fax dengan sistem enkripsi.

Comments

comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *