Dalang Teror yang mustahil terungkap

NovelBaswedan
pic by Aktual.com

Publik nasional mendadak dikejutkan dengan aksi penyerangan Penyidik Senior KPK, Novel Baswedan oleh orang tak dikenal menggunakan cairan air keras. Serangan yang diduga terencana dan ada kaitannya dengan berbagai kasus raksasa yang tengah disidik Novel Baswedan, satu diantara nya adalah Skandal Korupsi E-KTP.

Simpati dan dukungan pada Novel Baswedan mengalir keras dari masyarakat, apalagi jika memang serangan air keras ada kaitannya dengan kasus yang tengah disidik Novel berarti teror ini termasuk dalam tindak pidana khusus tentang perbuatan yang menghalangi proses peradilan korupsi (Obstruction of Justice).

Mengungkap Teror

Harapan pada aparat Kepolisian untuk segera mengungkap aksi keji ini sepertinya akan tetap berkaca pada Sejarah. Di masa lalu (Orde Lama dan Orde Baru), Jaksa Agung  yang tetap ngotot menyelidiki kasus Korupsi yang melibatkan tokoh penting, pejabat atau perwira tinggi militer Karirnya amblas , mendapat kekerasan fisik atau bahkan kematian.

Tak hanya di Indonesia, di belahan dunia manapun kejahatan yang melibatkan orang Super-Power akan sangat sulit diendus dan dilawan. Itu pulah yang membuat rasa ragu dan pesimistis merekah, bahwa Aparat Kepolisian akan sangat sulit mengungkap dalang teror terhadap Novel Baswedan.

Dan jikapun terungkap atau berhasil dipidanakan, dengan kekuatan dan kekuasaan yang masih dimiliki hukuman yang dijatuhkan terasa belum sebanding dengan pelanggaran hukum yang dilakukan. Equality before the Law agaknya kurang berlaku dan pepatah Tajam ke Bawah Tumpul ke Atas akan selamanya berlaku.

Menguatkan KPK

Hanya Presiden lah sebagai pemegang kekuasaan tertinggi yang mampu mengungkap dalang teror superpower dengan segala macam resiko. Langkah alternatifnya adalah menguatkan lembaga/Institusi pemberantas Korupsi, KPK wajib diperkuat agar lebih tajam, ganas, dan adil dalam memberantas pelaku Korupsi papan atas.

Dalam perjalanannya, KPK senantiasa kerap mendapat teror, penggembosan dan kriminalisasi terhadap pimpinan dan penyidiknya, suatu tugas yang jelas penuh perjuangan, berdarah dan sulit dihadapi jika tidak memiliki semangat jihad penegakan hukum dalam sanubarinya.

Insiden yang menerpa Novel Baswedan dapat menjadi momentum dan pemicu meraih dukungan kuat dari masyarakat. Kejahatan korupsi sudah mengakar kuat bahkan membudaya, sehingga tak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum saja tetapi wajib mendapat partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat.

Semoga para pimpinan dan penyidik KPK tetap berani dan bersemangat dalam memberantas korupsi yang melibatkan para pengkhianat Bangsa. Ingatlah kebenaran pasti menang dan yakinlah negeri ini akan maju dan makmur tanpa Korupsi. Jayalah NKRI !

Comments

comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *