Dunkirk yang tak berkutik

Dunkirk sebuah kota Perancis di tepi selat Inggris, terpilih sebagai lakon dari karya menawan sutradara Christopher Nolan.

Bagi Saya, nama Nolan adalah sebuah jaminan berharga. Pasca kesuksesan trilogy the dark knight, nama Nolan telah terpatri dihati saya bersama dengan sutradara Steven Spielberg, James Cameron, dan George Lucas.

Back to Dunkirk, bersetting di awal Perang Dunia ke 2 dimana Nazi Jerman dengan serangan Blietzkirg nya berhasil menjadi monster yang melahap daratan Eropa Barat kecuali Inggris Raya.

Paris jatuh, Perancis pun takluk tak terkecuali Kota Dunkirk. Film ini disajikan melalui 3 latar, pertama Dermaga/pantai Dunkirk yang mengisahkan perjuangan prajurit inggris dan perancis berusaha meninggalkan Dunkirk menuju tanah Inggris.

Kedua, tentang Ayah dan Anak yang termotivasi menuju Dunkirk guna membantu evakuasi prajurit, dan Ketiga tentang pilot spitfire AU Inggris yang bertarung melindungi kapal Inggris dari serangan pesawat tempur Me 109 dan Heinkel AU Jerman.

Menariknya, di setiap latar di atas dihadirkan satu orang aktor terkenal yang bermain yakni Harris Styles, Cilian Murphy, dan Tom Hardy.

Kehebatan Dunkirk ada di sinematografi, visualisasi dan effectnya. Semua terasa mencekam hingga penonton turut merasakan ketegangannya. Khususnya duel Spitfire vs Me 109 di udara dan suara raungan pencabut nyawa ketika Me 109 menyasar mangsa nya di darat.

Alurnya begitu mengalir dengan tempo seimbang hingga membuat diri kian larut tak sadar bahwa durasi Dunkirk telah mencapai akhirnya.

Dari bibir Dunkirk, tanah Inggris sudah diujung mata namun Nazi Jerman urung menginvasi Inggris Raya. Disisi lain, Nazi Jerman tengah berkonsentrasi menguasai Soviet. Dunkirk seolah menjadi tumbal bagi Inggris.

Skor : 4.7/5 ~ Nuansa perang nya begitu menghentak..

Comments

comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *