Festival Kenthongan, Hiburan yang tak lekang dimakan zaman

Kasamago.com – – Awan mendung diselimuti hembungan angin dingin sepoi sepoi telah bergelut di Sabtu pagi, 13 Agustus 2016 di Ibukota Kabupaten Banyumas, Purwokerto. Rintik hujan berlalu bergantian sepanjang waktu hingga sore hari menjelang, bahkan di beberapa wilayah kecamatan Hujan turun dengan begitu kokohnya sehingga atmosfer lembab nan temaram alat Gotham City seolah menyelimuti wajah Kota purwokerto.

Di Hari Sabtu yang mendung inilah akan diberlangsungkan sebuah puncak malam Grand Final Festival Kenthongan 2016 yang diikuti 27 Kontestan se Kabupaten Banyumas. Dari 27 Kontestan ini, melalui proses seleksi berdasarkan performa dan atraksi yang disuguhkan akhirnya terpilihkan 17 Konstetan yang berhak melaju ke malam Grand Final. Grand Final Kenthongan 2016 dipusatkan di Alun-Alun Purwokerto, acara megah berbalut budaya khas Banyumasan ini dikolaborasikan dengan Disced Joked menendedangkan lagu bertema kemerdekaan RI, Digital vs Analog berbaur dan menyatu begitu asyiknya.

Jalannya Kenthongan

Sekitar pukul 07.00, Masyarakat Kota Purwokerto dan sekitarnya perlahan bagaikan semut yang menemukan gula manis, mulai begerak masif menuju pusat kota Purwokerto, dari Alun-Alun hingga lokasi Finish para Konstetan Kenthongan di Pertigaan Timur Pasar Wage Purwokerto. Dengan Jarak lumayan jauh ini, diharapkan atraksi kenthongan akan lebih menarik kapasitas masyarakat yang ingin menontonnya.

Sekitar Pukul 09.00 malam, Para Pejabat dan Pimpinan Daerah membuka malam Grand Final Kenthongan dengan pawai dari tempat Finish menuju Alun-alun Purwokerto. Banyaknya sambutan dan molornya waktu pembukaan, membuat waktu yang tersiksa sangat mengganggu kenyamanan masyarakat banyumas yang masih berusia anak-anak.

Praktis waktu pelaksanaan yang jatuh menjelang tengah malam membuat Festival Kenthongan 2016 lebih banyak dikonsumsi pemirsa Dewasa, padahal Kenthongan yang merupakan budaya daerah bersifat semua umur, dapat dinikmati siapa saja. Sangat disayangkan apabila atraksi kenthongan yang begitu megah ini tak dapat disaksikan secara maksimal oleh seluruh lapisan masyarakat.

Hadangan tak hanya masalah kemoloran waktu, tetapi alam juga tak kalah ikut bermain, Purwokerto yang sudah rundung mendung dan hujan sejak siangnya kembali menampakan kuasanya dengan mengirim gelombang hujan secara bergantian, dengan intensitas lambat maupun semi kencang. Walhasil, disebagian titik menonton, masyarakat segera berhamburan menyelematkan diri sebelum Air Langit ini membasahi tubuh mereka yang sudah kece.

Mencuat kabar bahwa acara dihentikan sementara waktu karena hujan, tetapi ternyata tetap jalan terus walau badai menghadang. Satu pertunjukan dari satu konstestan membutuhkan waktu berpuluh puluh menit, belum jarak dari Start ke Finish yang lumayan menyiksa kaki. Para konstentan siap tampil habis habisan sesuai ruh ala pejuang kemerdekaan.

Menanti Tahun Depan

Festival Kenthongan 2016 merupakan Festival Kenthongan yang terbaik dari tahun-tahun sebelumnya, lebih menarik, gebyar, semarak dengan aneka dandanan dan penampilan para Konstentan Kenthongan yang berusaha tampil habis habis, full maximum show off. Deretan performa epik para kontestan membuat masyarakat yang menontonnya bakal sibuk menerka, siapakah yang bakalan menjadi jawarannya.

Meski begitu, sekali lagi waktu pelaksanaan Acara ini masih menjadi bahan yang mesti diperbaiki lagi dikemudian hari. Agaknya, Panitia dapat memindai dahulu kondisi cuaca, dan jam acara yang tidak terlalu larut sehingga seluruh masyarakat Banyumas dapat menikmatinya tanpa kendala berarti.

 

Comments

comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *