Festival Serayu 2016, Potensi Wisata yang belum termaksimalkan

Keterangan : Peserta tengah Berlayar

Kasamago.com – – Minggu, 22 Mei 2016 yang lampau Saya menyempatkan diri melipir main ke Sungai paling megah di Jawa Tengah bagian Barat, SERAYU river. Bukan dalam rangka melihat air mengalir tetapi dalam rangka menyaksikan sebuah Festival yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Banyumas bertajuk Festival Serayu 2016.

Karena digawangi juga oleh Provinsi, Festival ini pun turut mengundang Kabupaten tetangga & Eks Karesidenan Banyumas plus Kabupaten dari provinsi lain yang berada disekitaran eks Karesidenan. Inti dari festival ini adalah SHOW OFF Alutsista kapal-kapal penambang pasir yang disewa, kemudian dimake up oleh seluruh jajaran SKPD Kabupaten Banyumas, Badan/Lembaga, BUMD, dan BUMN.

Puluhan kapal hias ini berkumpul di titi Start, kemudian mulai bergerak beriringan menuju Finish di Bendung Gerak Serayu kecamatan Rawalo Banyumas dengan jarak tempur kurang lebih 5 km. Start dimulai sekitar Pukul 8 pagi dan seluruh peserta tiba di Finish sekitar pukul 10 pagi. Perjalanan yang cukup lama, karena Kapal Para penambang Pasir yang telah di hias sedemikian wujud ini tidak dirancang untuk berkecapatan tinggi.

Festival Serayu
Finish di Bendung Gerak Serayu

Jalan nya Event

Sedikit disayangkan, Event sekelas Provinsi ini kurang di promosikan secara ekstrimis dan aktif dibanyak media. Terlihat hanya beberapa Banner & Baliho besar di beberapa titik saja, masih kurang meriah dan jauh jika dibandingkan dengan event swasta apalagi yang bersponsor utama pabrikan batang berasap (rokok). Hasilnya, sebagian besar penontonnya adalah orang yang kebetulan lewat di jalan, Penduduk sekitar dan rombongan para peserta. Sangat jauh dari penonton Konser musik pada umum nya. Di tempat final yakni Bendung Gerak Serayu, didirikan Tenda besar dengan BackDrop di panggung bertuliskan memperingati Hari Air Sedunia. Sekali lagi, yang meramaikan tempat final pun bukan para penonton umu, tetap masih berasal dari rombongan para peserta sendiri.

Sesuai inti acara, Festival Serayu lebih menyorot pada penampilan para kapal-kapal Hias. Tak banyak kapal hias yang menarik mata penonton, sebagian ada yang dimake sekadarnya dan sebagian lagi ada yang dimake up sehebat mungkin. Yang paling menyolok dan ditunggu adalah kapal Hias dari PT KAI yang menampilkan Mock Up Kereta Api lengkap dengan gandengan dan asap nya. Sayang, karena saking panjangnya, Kemampuan Kendali dan manuver si Kapal Kereta menjadi terganggu, Melibat dua kapal yang digandeng beriringan tanpa kemudi terpadu ternyata sangat sulit dieksekusi. Walhasil, Kapal Hias dari PT KA adalah peserta paling akhir yang masuk garis finis, bahkan sebagian gandengannya pun sempat terpisah dan tersangkut.

Festival Serayu
salah satu Tim Peserta

Apreasiasi tinggi tetap layak disematkan pada seluruh peserta yang rela menyisihkan Biaya dan Tenaga guna mengikuti Festival Serayu 2016 ini apapun hasilnya karena yang dicari dari event ini tetaplah berlandaskan sebuah Hiburan bagi para peserta, pengunjung maupun panitia sendiri.

Last, meski masih terasa belum maksimal, berharap di Tahun mendatang, panitia kembali menyuguhkan event serupa dengan konsep dan perencanaan yang lebih matang lagi, Heboh, Unik, Menggigit, Meriah dan Renyah sehingga memberikan kesan mendalam dan membekas bagi para pengunjungnya terutama masyarakat Kabupaten Banyumas dan sekitarnya.

Comments

comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *