Freeport atau Papua, Diperas atau DiHancurkan

ISIS Anime Jepang
okezone.com

Kasamago.com – – Seharusnya Hal ini sudah jauh dari diantisipasi atau diwaspadai oleh segenap pihak di jajaran Pemerintah Republik Indonesia dan semoga saja Hal ini memang telah diantisipasi oleh Tentara Nasional Indonesia. Semenjak berada dalam pangkuang Bumi Pertiwi Republik Indonesia, Tanah Surga Irian Jaya atau kini Papua senantiasa di incar oleh Negara Adikuasa Amerika Serikat berikut kalangan swasta nya. Siapa yang tidak tergoda, terhasrat dan ternafsu untuk memiliki atau mengelola sebuah wilayah yang mampu menjamin kekayaan mereka hingga puluhan atau bahkan ratusan Tahun lamanya.

Menjadi Negara dengan Sumber daya Alam kaya, penuh harta melimpah, termasuk Kekayaan Energi ( Oil, Gas, Panas Bumi, dll) seolah ibarat setengah kutukan setengah berkah, berkah bagi yang mampu mengelolanya sendiri, menjaga nya sendiri demi kepentingan bangsa dan negaranya tetapi bagi yang tidak itulah kutukan, neraka hidup yang mesti dilakoni setiap hari.

Bumi Cenderawasih sukses berada dalam genggaman Asing ketika Presiden Soekarno tumbang, digantikan oleh Presiden Soeharto. Itulah awal terbuka nya harta Karun terbesar bumi pertiwi tercinta. Hingga kini, penguasaan Asing masih terus berlanjut, berlanjut menyisakan liang liang lubang raksasa, limbah dan sebagainya. Berbagai upaya beberapa pihak di Republik yang menyadari kesalahan Fatal itu selalu saja terjegal melalui beragam cara, taktik, metode, ilusi, godaan, pengkhianatan dan seterusnya.

Kaya SDA, antara Kutukan dan Berkah

Kenyataan ini bukanlah ilusi, dunia melihat bagaimana nasib Negara-Negara kaya SDA di dunia yang tak mampu menjaga dan mengelola hartanya sendiri, hangus di porak porandakan kekuatan Asing. Mulai dari Afghanistan, Irak, Libya, Suriah, Negara-Negara Afrika  sedangkan yang lain demi terhindar dari malapetaka harus menjadi Negara boneka (Vessel State) seperti Arab Saudi, Qatar, Oman, Kuwait. Hanya Iran yang lolos dari Malapetaka, namun serangan tiada henti guna menjatuhkan Iran tetap berlanjut, Baik Sanksi, propaganda hingga Ancaman Militer.

Alasan, Maksud dan tujuan sesungguhnya sebuah aksi militer baik Konvensional maupun Non Konvesional (Asimetris) adalah Emas, Minyak/Energi, dan Narkotika. (GOD : Gold, Oil, Drugs). Penyebab lain seperti factor Ideologi, Gesekan perbatasan, hanyalah percikan kecil, bukan sebagai factor atau pendorong utama terjadinya sebuah konflik dalam ekskalasi dahsyat.

Perkuat NKRI dan Papua pada khususnya

Masih ingat dengan insiden Tolikara di Papua beberapa waktu silam? Banyak pihak yang memandang bahwa itu adalah upaya “TEST” dari pihak Asing yang berkepentingan menggoyang Papua demi maksud tertentu. Sulit dan mustahil rasanya bila tidak mengkaitkan seluruh gejolak Papua dengan Freeport, penambang terbesar kekayaan sang Tanah surga. Harus diwaspadai, Apabila Pemerintah RI berniat me Nasionalisasi Freeport, Menghentikan Total Kontrak Freeport untuk di kelola oleh Negara, maka siapa saja menghadapi berbagai aksi serangan, baik Militer maupun non Militer.

Secara Militer, kehadiran ribuan Tentara Angkatan Laut Amerika (US Navy) sekitar 22.750 Pasukan patut dicemaskan. Untuk apa kekuatan sebesar itu berikut perlengkapan yang digotong kalau bukan untuk menginvasi atau menduduki suatu wilayah/Negara. Apalagi lokasinya sangat dekat dengan daratan Papua, Alasan demi menjaga kawasan hanyalah omong kosong. Menjaga Australia, Militer Australia sendiri sudah cukup tangguh, Menjaga Asean apalagi, Negara-negaranya sudah sangat tangguh.

Mari waspadai scenario penempatan ribuan pasukan Amerika di Darwin, Australia demi sebuah rencana besar untuk mengambil Papua dari genggaman Indonesia.Dukung terus upaya Tentara Nasional Indonesia untuk senantiasa konsisten meningkatan kemampuan militer, baik dengan Pelatihan maupun modernisasi Alutsista.

Pic by okezone.com

Comments

comments

11 Comments
    • kasamago
    • kasamago

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *