Goodbye Christopher Robin, Drama dibalik buku anak terbaik sepanjang masa

Kasamago.com — Saat hunting film 2017 saya berhenti dan penasaran pada film Good Bye Christopher Robin. Teringat akan berita di tahun lalu bahwa film winnie the pooh akan di buat versi live action nya, yang berplot tentang Christopher Robin saat dewasa. Saya berpikir Good Bye Christopher Robin adalah film yang dimaksud.

Setelah menonton paruh awal film, anggapan saya salah total. Intinya saya bukanlah penggemar kartun Winnie the Pooh yang di angkat dari buku anak berjudul sama. Dalam hati tentu saya terperangah..

Jebulnya Winnie the Pooh karya A.A Milne sudah terbit sejak tahun 1926, oleh NewYork Times Winne the Pooh di daulat sebagai Buku Anak terbaik sepanjang masa, dan World’s Ambassador of Friendship oleh PBB. Buku ini menyimpan kisah dramatis di balik penulisan dan kesuksesannya.

The Story

Bersetting di London tahun 1926, A.A milne alias Blue adalah penulis terkenal, sepulang wajib militer di saat Perang Dunia pertama (1914 -1918), Blue menderita sindrom ketakutan pasca perang. Setiap hari Blue dihantui rasa takut. Istri Blue, Daphne hamil dan melahirkan anak cowo pertama nya, di beri nama Christopher Robin Milne.

Dahpne lantas mengidap Baby blues, kagok memiliki bayi sehingga menyerahkan pengasuhan Robin pada pengasuh nya, Olive. Demi mencari kedamaian dan mood menulis lagi, Blues mengajak keluarganya pindah ke rumah tengah hutan di Sussex.

Ide penulisan buku Winnie the Pooh tercipta tatkala AA Milne yang terkesan cuek terhadap Robin mulai akrab bermain bersama anak semata wayangnya. Di masa keakraban inilah, Blues mulai mendapat inspirasi dan menulis setiap hal yang lihat nya bersama Robin. Boneka beruang Winnie dan temannya Piglet, Rabbit, Tigger, rumah pohon dan istilah Pooh menjadi pondasi utama Blue menulis buku yang kelak menjadi buku fenomenal dan bersejarah hingga kini.

Buku Winnie the Pooh pun terbit, Blues panen pujian, kekayaan mengalir drastis namun tidak bagi Christopher Robin, dia merasa dimanfaatkan ayah nya. Apa yang diinginkan Robin adalah kebahagiaan bersama orang tua nya, tidak lebih. Sayang, realita berkata lain. Tak hanya buku nya, Robin yang jadi sumber inspirasi pun ikut populer. Robin begitu tertekan dan trauma, keadaan yang nantinya di sesali Ayahnya di kemudian hari saat robin remaja.

Conclusion

Kisah GoodBye Christopher Robin cukup menghentak saya, Film ini wajib ditonton bagi para orang tua muda yang baru memiliki anak. Bahwa kebahagiaan anak bukanlah pada kekayaan atau kecukupan materi, tapi perhatian, rasa sayang dan kebersamaan lah yang diinginkan anak anak sebelum mereka bebas berkelana saat dewasa.

Skor : 4.8/5 ~ Menyentuh, Kebersamaan bersama anak adalah moment emas. Dont Miss It!

Comments

comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *