Google Stadia, Perusak dominasi Sony dan Microsoft

Google Stadia
Google Stadia – 9to5google

Kasamago.com – – Lama tak menengok dunia konsol game, ternyata raksasa Internet Google, kembali melebarkan sayapnya dengan mencoba mendobrak pasar industri game konsol dengan mengenalkan produk ter inovatif nya, Google Stadia.

Apa itu Google Stadia? Google Stadia merupakan layanan streaming game, yang memungkinkan pengguna bermain Game tertentu tanpa harus meng-install-nya. Dengan kata lain, Stadia adalah platform game berbasis komputasi (cloud), gabungan Game dan Internet. Pengguna cukup menggunakan Controller (JoyStick) game, memilih game, dan memain game dengan media TV (didukung Chromcast Ultra), desktop, laptop, atau smartphone ( Google Pixel 3/3XL, dan Pixel 3A/3A XL).

Kemunculan Ide Kreatif Google Stadia membuat dua raksasa industri console game Sony dan Microsoft segera bergerak menyiapkan tandingannya.

Perlawanan Sony dan Microsoft

Sony sebagai produsen consol legendaris Playstation, kemungkinan akan segera menyiapkan konsol NextGen yang di harapkan akan tetap menjaga reputasi Sony sebagai Leading  Company dalam Industri Game. Sedangkan Microsfot melalui Xbox ,mengabarkan akan segera merilis penantang Google Stadia dengan mengenalkan Project XCloud.

Sony dan Microsoft pun mengklaim bahwa produk terbarunya nanti akan lebih hebat dan menarik di bandingkan Google Stadia, entah fitur dan pesona apa yang akan disematkan untuk mencegah kesuksesan Google Stadia. Secara teknis, Google Stadia berpotensi lebih unggul karena Google telah memiliki infrastruktur cloud, dan komunias youtube sebagai penopang nya.

Tetapi untuk konten game nya, Sony – Microsoft sementara ini tetap yang terbaik, tak hanya produsen mereka juga memayungi banyak studio dan publisher game, serta memang menjadi mahaguru dalam dunia gaming.

Keseriusan Google Stadia

Pihak google paham akan kelemahan nya, sebagai bentuk keseriusan dalam menggarap konten Google Stadia, tim pengembangan kabarnya di isi oleh banyak profesional yang sudah berpengalaman di industri game.

Walhasil kini, mulai bermunculan game – game yang akan ikut merayakan kelahiran google stadia, salah satunya dari Ubisoft : Assassin’s Creed Odyssey, SNK : Samurai Shodown, Square Enix – Final Fantasy XV, dan banyak lain nya.

Sebagai Produk Komersil, untuk memainkan game nya, Pengguna Stadia harus membayar membayar USD 10 atau Rp 140 ribuan per bulannya, meski ada pula game yang gratis seperti Destiny 2.  Selain itu Google menyediakan paket Founder’s Edition seharga USD 130 atau Rp 1,8 jutaan berisi hardware starter kit dan langganan selama tiga bulan. 

Selain bisa menggunakan Controller dari Playstation, Xbox maupun Keyboard dan Mouse Desktop, Google juga menjual Stadia Controller yang seharga  69 dollar AS (Rp 979.000). Keunggulan Google Stadia adalah  terdapat tombol Google Assistant dan tombol perekaman untuk mengambil foto dan video dari permainan.

Untuk Resolusi dan Kecepatan Data, Stadia memiliki paket terkecil 10 Mbps (720p 60 fps dengan stereo audio), 20 Mbps (streaming 1080p 60 fps dengan 5.1 Surround Sound), dan tertinggi 35 Mbps (resolusi 4K 60 fps dengan 5.1 Surround Sound). Well dengan spesifikasi koneksi yang demikian mantab, pantas jika Google mengutamakan negara negara eropa sebagai pasar pertama nya). Indonesia kapan ya?

Comments

comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *