Hubungan Diplomatik Indonesia – Israel, Mungkinkah terjalin resmi?

Israel
sindotrijaya.com

Kasamago.com – – Israel, sesosok negara kecil di wilayah Arab yang dari awal berdiri hingga saat ini masih tetap menuai kontroversi tiada tara dengan segala problematika dan sejarah panjang perseteruan abadinya dengan bangsa Palestina.

Terlepas dari konflik Israel-Palestina, dibelahan lain tepatnya Indonesia, hubungan antara Israel dan Indonesia diluar cover bagaikan Pisang dan Saos, ramai ditentang dan sebisa mungkin jangan sampai terjalin.

Penyebabnya? apalagi kalau bukan penindasan Israel terhadap Palestina yang diidentikan dengan Islam, dan Indonesia sendiri mayoritas Islam maka tak bisa dipungkiri bila mayoritas rakyat Indonesia menganggap Israel adalah the True Enemy bersama terutama bagi umat muslim!

Israel yang didirikan oleh bangsa Yahudi, bangsa yang konon umat pilihan Tuhan bukanlah negara kecil biasa, terkenal unggul dalam hal akal dan strategi. Kekuasaan atas sistem moneter dunia masih dikuasai oleh kalangan keluarga Yahudi, kekuatan inilah yang berada dibalik kuatnya pengaruh Yahudi di negara Eropa dan Amerika Utara.

Dengan jaringan lobi Yahudinya, Israel mampu mengontrol kebijakan Amerika Serikat agar Pro Israel, apapun aktivitas Israel yang bahkan merugikan AS sendiri dapat kapan saja dilakukan, hebatnya ulah Israel ini tak pernah dikecam oleh AS sendiri. Selain itu, media sebagai sumber informasi umat manusia berhasil dikuasai oleh jaringan Yahudi sehingga berbagai aksi masyarakat yang menentang Israel dapat dinetralisir.

Potensi Hubungan

Kembali soal hubungan Indonesia dan Israel, berbeda dari sudut pandang mayoritas bangsa Indonesia, Bagi Israel, Indonesia adalah calon partner potensial. Negara raksasa dengan 250 juta penduduk, Kekayaan Alam Luar biasa, dan berada diposisi silang strategis membuat Israel sangat tergiur untuk segera menjalin kerjasama erat dengan bangsa Indonesia.

Sejarah hubungan kedua negara sangat identik kaitannya dengan hubungan backstreet atau terselubung, salah satunya adalah Operasi Alpha, Proyek sangat rahasia tentang pembelian satu Skuadron Jet Tempur A4 Skyhawk dari Israel, Pembelian senjata Semiotomatis UZI, dan pembelian UAV Heron II dari Israel via Filipina. Diluar itu tentu saja banyak aktivitas perdagangan lain kedua negara yang tak terekpos oleh media maupun tersorot oleh publik.

Pasca Reformasi, Presiden ke 4 RI, (Alm) KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur ) sempat menyatakan ingin membuka hubungan diplomatik dengan Israel, bersahabat dengan Shimon Peres dan membentuk Yayasan bersama. Pro Kontra pun menyeruak hingga wacana ini surut total ketika Presiden ke 4 Diberhentikan melalui sidang istimewa MPR. Bagi pihak Pro, menjalin hubungan resmi dengan Israel akan membawa dampak yang cukup positif di berbagai bidang kecuali politik dan agama, tentu saja karena di kedua bidang inilah Israel begitu dibenci banyak negara mayoritas muslim akan penjajahannya di Palestina.

Israel termasuk unggul di bidang teknologi, pangan, militer, dan ekonomi. Banyak perusahaan besar dunia dan penemu dunia berasal dari bangsa yahudi seperti Prosessor, Selular Card, dll. Disektor pangan, pertaniannya cukup maju dengan memanfaatkan teknologi modern masa kini dan sebagainya. Di beberapa bidang inilah, bagi yang Pro, Indonesia dapat memetik manfaat strategis bekerjasama dengan Israel, dari pada kucing kucingan mending dibuka sekalian.

Mengajak Israel dengan sikap positif dan penuh persahabatan diharapkan dapat ikut menciptakan situasi kondusif bagi kerangka Konflik Israel vs Palestina. Dan bagi yang kontra, tetap memperhatikan dan mewaspadai gerak gerik Israel dalam berhubungan dengan Indonesia dapat menjadi stir dan rem sehingga berbagai dampak negatif dari kerjasama ini dapat diantisipatif.

Jaringan Mossad di Nusantara

Tak dapat dipungkiri soal desas desus bahwa Jaringan Intelijen Israel, Mossad telah wara wiri di seluruh wilayah pelosok Nusantara. Sosoknya sulit dikenali karena Israel menganut kewarganegaraan ganda bagi Warganya, biasanya warga Israel ketika berkunjung ke negara lain memilih aman dengan memakai passport Amerika.

Konon, bergerilyanya para agen-agen inteliejen Mossad di tanah air adalah demi mewujudkan berdirinya hubungan diplomatik RI dan Israel. Para agen Mossad ahli menyamar dalam berbagai sosok, ada yang menjadi Turis, Pengusaha, Mahasiswa, hingga atlet yang mengikuti kegiatan pertandingan, kejuaraan, atau balap internasional di Indonesia.

Last, Apakah Indonesia bersedia menjalin hubungan Diplomatik dengan Israel adalah keputusan para pemimpin negeri yang meski disikapi dengan seksama oleh seluruh elemen tanah air. Indonesia bukan bangsa IRAN yang prinsipal dan konsisten dalam memusuhi Israel, Indonesia memiliki cara ‘unik’ dalam menyikapi Israel, bagaimanapun usaha Indonesia untuk selalu memusuhi dan mengecam Israel tidak serta merta mampu membuat Israel kalah dan menghentikan penjajahannya di Palestina.

Negara ini begitu tangguh berkat jaring kekuatan Yahudi nya, memusuhi secara fisik mungkin sukar ditegakan. hingga mungkin menanti turunnya Imam Mahdi ke Dunia.

So, mengutuk Israel atas tindakannya ke bangsa Palestina memang seharusnya, tetapi bila menjalin hubungan dengan Israel ternyata sangat terasa manfaat nya bagi bangsa rasanya hal ini tak dapat diacuhkan. Indonesia masih dapat berjuang membantu Palestina dengan caranya sendiri yang identik dengan keramahan, kemuliaan dan welas asih.

Pic by sindotrijaya.com

Comments

comments

2 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *