Hujan mengguyur, Sumur tetap mengering

Kasamago.com – – Entah apa yang salah dengan bumi Jawa Dwipa tercinta, berbulan bulan sudah matahari dibiarkan berpendar terang tanpa filter sedikitpun, panas membahana menyengat siapa saja yang tak tahan panas, udara sumuk begitu berkuasa hingga semburan hawa AC sempoyongan di buatnya. Kekeringan dan musim kemarau panjang yang melanda kali ini, sukses membuat sungai-sungai seakan berhenti mengalir, Sumur kehilangan wibawanya, debu berhamburan lepas kendali dan Langit seakan duduk di kursi terdakwa, siap melakukan pembelaan bahwa neraka tidak pernah bocor.

Rasa kangen akan suara gemercik air dan bak penuh dengan lusinan air yang siap di obok-obok mulai mendapat jawabnya, memasuki bulan November 2015, sang langit hitam, suara geledek melengking, dan angin berdesis mulai menampakan batang hidungnya. Ironis dan aneh, Ketiga sosok yang paling dibenci dan tak diinginkan kedatangan nya ketika cuaca normal ini justru sangat dinanti kehadirannya. Bagaimanapun juga, tanpa kejahatan, tanpa sisi gelap, kehidupan menjadi membosankan karena kebaikan dan keterangan pasti selalu menjadi juara.

Yin dan Yang harus ditegakkan.

Kembali ke Hujan, pelan namun pasti, butir butir hujan mulai meluncur dari langit dan mendarat pelan dipermukaan bumi. Rasa haru meledak seketika, dibeberapa daerah, hujan turun dengan indahnya, ada hujan deras, hujan ringan hingga gerimis semua semua bersatu padu menampakan batang hidungnya. Kegirangan akan hujan mulai menyebar ke dunia BBM, berbagai status hujan pun laksana jamur, tumbuh dimana-mana, terupdate kemana-mana.

Sayang, entah karena keterbatasan cadangan air atau ketatnya jadwal penyiraman, membuat turun nya Hujan tak merata disemua tempat. Masih ada wilayah yang belum tersentuh hujan, hanya sebatas sebagai tempat singgah atau tempat melintas bagi awan kumulonimbus. Jikalau Hujan, itupun durasinya sangat singkat, seolah sedang diburu waktu atau hanya sebatas sapaan rindu. Menjengkelkan memang, tapi tak ada yang sanggup memprotesnya kecuali Sang Pencipta.

Sabar dan terus berikhtiar sekuat tenaga adalah hal tercepat yang wajib kita pelihara dikala melihat kenyataan bahwa Hujan belumlah menjadi solusi dan berkah seutuhnya. Sumur tetap kesulitan menghantarkan air ke dalam bak Mandi, memaksa Siapapun yang beberapa minggu belakangan merasakan bagaimana noraknya numpang mandi di tetangga, saudara, bahkan di kantor (termasuk saya sendiri). Duka ini pun tetap berlanjut dimalam hari, jika siang kering kerontang maka disaat Bulan berkuasa, giliran gerah dan sumuk datang mengganggu.

Bersyukurlah bagi anda yang senantiasa dapat menikmati air berlimpah, hematlah dan efektikan penggunaan air demi menghormati kepada pihak yang masih digoncang kekeringan akut.

Comments

comments

One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *