Indonesia, Kuba dan Fidel Castro

Kasamago.com – – Sabtu 26 November 2016, Kabar duka datang dari negeri Amerika Latin, bekas musuh bebuyutan Amerika Serikat yang kini telah lebih bersahabat, Kuba. Dunia kembali kehilangan tokoh terkenal sejak perang dingin, terkenal, karismatik, kontroversial, revolusioner dan ikonik, Fidel Alejandro Castro Ruz.

Fidel Castro adalah Presiden ke 22 Kuba dengan masa pemerintahan kurang lebih setengah abad (1976 – 2008). Sebelumnya, ia menjabat sebagai Perdana Menteri atas penunjukannya pada Februari 1959 setelah tampil sebagai komandan revolusi. Pada era Perang dingin, Kuba dan Fidel Castro adalah ancaman yang berada dibelakang halaman Amerika Serikat. Ideologi dan kebijakannya yang sangat Komunis, dekat dengan negara-negara kiri, membuat Kuba dan Fidel Castro sangat berbahaya bagi kampanye anti komunis Amerika Serikat.

Belasungkawa untuk Fidel Castro

Fidel Castro Meninggal di usia 90 Tahun karena faktor usia dan kesehatannya. Jenazahnya akan dikremasi dalam sebuah upacara di Havana, Abunya kemudian akan disimpan di Kota Santiago. Presiden RI, Joko Widodo menyampaikan duka cita atas berpulangnya mantan Presiden Kuba, Fidel Castro saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Guru Nasional di Sentul International Convention Center, Bogor ,Minggu 27 November lalu.

Senjata Diplomatik bernama Cerutu

Fidel Castro pernah berkunjung ke Jakarta pada tahun 1959 dalam rangka misi dagang dengan Indonesia. Fidel Castro dan Bung Karno merupakan sahabat baik dan ikut mendukung gerakan non blok yang diprakarsai Bung Karno. Dalam pertemuan, Kedua pemimpin saling memberikan hadiah. Fidel Castro memberikan Cerutu Kuba, sedangkan Bung Karno memberikan sebuah keris dan kopiahnya pada Fidel Castro yang juga datang bersama Che Guevara. Sejak lama, entah kapan, Kuba memang identik dan beraura cerutu banget. Siapa yang tak mengenal kemegahan cerutu kuba bagi yang pernah menghisapnya.

Last, Sebagai sosok yang populer di negeri dan luarnegeri, meski berbalut pro dan kontra, Pemerintah Kuba menyerukan Hari Berkabung Nasional selama 9 Hari sejak tanggal meninggalnya Fidel Castro. Sekali lagi, Kawasan Amerika Latin kehilangan tokoh yang tetap kukuh menentang Adidaya Amerika, sebelumnya Presiden Venezuela Hugo Chavez telah mangkat lebih dahulu menyisakan Evo Moralez seorang yang tetap gigih menjaga Amerika Latin terbebas dari cengkeraman Amerika Serikat.

image by Tribunnews.com

Comments

comments

2 Comments
    • kasamago

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *