Industri Parkir dan ketidakBatasannya

Lokasi-ATM
Illustrasi, image by Google Street

Kasamago.com – –

Ada satu lagi julukan bagi Kota tercinta, Purwokerto City yakni Kota Parkir. Kenapa saya menyebut demikian, karena sulit bagi saya untuk tidak menemukan lokasi ramai tanpa kehadiran petugas parkir, baik resmi maupun unofficial.

Petugas Parkir tersebut masih dibagi berdasarkan Skill dan Psikisnya, yakni yang kerjanya profesional alias bener disebut Juru Parkir. Sedangkan yang ngawur dan penuh keghaiban biasanya duduk duduk atau ngilang, begitu pemilik kendaraan mau cabut, eh tau tau nongol dibelakangnya. Horrorr !!

Kalau yang ini disebut Tukang PTP (Penunggu Tempat Parkir).

Pesatnya iklim usaha dan merebaknya tempat keramaian, secara otomatis memancing pula pesatnya bisnis perpakiran. Di Kota Purwokerto, semua tempat yang ramai dikunjungi pasti dijaga dan dikawal ketat oleh petugas Parkir, baik resmi maupun Tukang PTP.

Saking nikmatnya bisnis parkir berimbas pada euforia tanpa batas, maksudnya Bisnis Parkir telah melanggar rambu-rambu kenormalan. Normal disini adalah engga semua tempat harus dijagain tukang parkir, ada tempat yang ga etis dimanfaatkan sebagai bisnis parkir.

Apa itu, ATM !!

Bayangin, di kota Purwokerto Bilik ATM rata-rata ditungguin tukang parkir. Nyebelin banget, parahnya meski lokasi ATM ada dilahan Bank dengan penjagaan SatPam, tetap aja di parkirin.

Pernah saya sengaja nyari ATM yang sepi banget, berada didepan rumah dinas instansi, eh alah.. ternyata ada tukang parkirnya juga !!. So, guna menghindari penjaga tidak resmi mesin ATM ini, saya seringnya memilih waktu aman, yakni dini hari dan tengah malam.

Mengapa ATM ngga etis dijadikan lahan bisnis parkir ? ya silahkan resapi sendiri, direnungkan rasanya tetap g etis.

Terlepas dari unsur tenaga kerja dan omset daerah, bilik ATM bukanlah mall, supermarket, Pusat Keramaian, toko atau tempat kuliner, ATM adalah wadah suci perpindahan uang secara kilat, waktunya singkat jadi tidak tepat kalao ditungguin tukang parkir.

Comments

comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *