Ingin membeli Rumah Subsidi? Ini pengalaman saya

Rumah Subsidi
Rumah Subisidi – pic by rumah.com

Kasamago.com - - Rumah adalah kebutuhan primer bagi insan manusia, keberadaanya tak hanya sebagai tempat beristirahat namun juga tempat krusial membangun suatu keluarga. Seiring perkembangan jaman, Rumah pun menjadi media bisnis yang menggiurkan, dapat dimanfaatkan sebagai kontrakan, kost maupun investasi dimana harga tanah nilai selalu tercenderung naik setiap tahun nya.

Pada Bulan Agustus 2018 lalu, saya dan istri memutuskan untuk membeli Rumah Bersubsidi, Mengapa? Karena pada umum nya Rumah Bersubsidi harga jualnya cukup terjangkau dan mendapat bantuan Subsisi dari Pemerintah sebesar Rp 4 juta rupiah plus keringanan bunga, inilah kenapa disebut rumah Subsidi.

Secara teknis, Rumah Subsidi di patok pada jenis rumah Tipe 36/72, alias super minimalis dan mungil, sangat cocoklah bagi keluarga muda yang memiliki balita dan sebuah mobil Suzuki Karimun. Sayangnya, Image Rumah Subsidi sebagian besar rusak, jelek dimata masyarakat. Penyebabnya, Pengembang yang membangun Rumah Subsidi dalam pengerjaannya sering ngasal, cari untung berlebihan. 

Berikut ini Tips berdasarkan pengalaman saya membeli Rumah Subsidi :

  1. Lokasi Perumahan Subsidi umum nya terpencil, alias di pedalaman kota. Carilah lokasi Perumahan Subsidi yang unggul di akses jalan nya, meski terpencil asal lokasi aksesnya baik akan memberi nilai positif dan unsur investasi nya dapat terpenuhi.
  2. Jika sudah menemukan lokasi Perumahan yang dirasa cocok, Pelajari dan Amati lokasi dan lingkungan dimana akan dibangun perumahan subsidi tersebut, Apakah aman dari Bencana Alam (Banjir, longsor), kondisi Keamanan nya, Kondisi Masyarakat Sekitar, dan jangan lupakan Soal ketersediaan AIR.
  3. Berikutnya, Pengembang. Ini sangat penting. Pengalaman Saya, Saya banyak kena tipu daya oleh marketing Pengembang. Untuk itu, pelajari kredibilitas Pengembang, minimal sudah berbentuk PT dan memiliki nama baik.
  4. Lalu tanyakan legalitas tanah perumahan tersebut, sudah menjadi milik Pengembang atau masih dalam sengketa. 
  5. Jangan bayarkan DP kredit perumahan sepenuhnya pada Developer, Sisakan 4 juta, dimana nantinya kekurangan 4 juta ini akan diperoleh Pengembang dari Subsidi Pemerintah. Pengalaman saya, Bayar DP lunas tapi ketika uang subisdi cair, uang ini di ambil Pengembang dan tidak ada itikat mengembalikan.
  6. Dalam tahap pembangunan, Wajib untuk memantau dan mengawasi pembangunannya minimal 3 Hari sekali, syukur dapat sehari sekali, lalu dokumentasikan. Apabila anda punya dana lebih, belikan semen lebih banyak karena umum nya, Pengembang menggunakan semen jauh dibawah standar, alias sangat sedikit.

Demikian Tips dari saya di atas, semoga dapat bermanfaat dan membantu anda yang berminat membeli rumah Subsidi.

Comments

comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *