Islam Nusantara, Devide et Impera?

Sholat

Kasamago.com — Belum jengah rasa gundah gelisah atas lahirnya istilah Sunni Syiah yang mempolarisasi Islam menjadi dua Kubu, Jazirah Arab vs Persia.

Secara politik, khususnya di kawasan Asia Barat atau Timur Tengah, separasi Sunni Syiah sukses menggagalkan persatuan Bernafaskan Religi guna membantu perjuangan pembebasan Palestina dari penjajahan Israel.

Islam Nusantara

Di tanah Nusantara tempat Republik berpenduduk Islam terbesar di dunia berada, nuansa perdamaian yang selama ini terjalin diatas perbedaan interpretasi yang ada, justru terusik oleh sekelompok pihak yang mencetuskan istilah Islam Nusantara.

Islam Nusantara, dimana dalam bahasa awam nya bermakna memadukan unsur Nusantara didalam agama Islam atau me Nusantarakan Islam.

Sungguh istilah ini menguji akal sehat, Iman dan Tauhid pada Allah SWT. Bagaimana Bisa, Islam dianggap agama Import dari Jazirah Arab sehingga harus di filterisasi, di netralisasi, di Asimilasi, di fusi kan, dijinakan dengan unsur Nusantara. Serasa ada ledakan anti materi di atas kepala, Big Bang !!

Islam Modifikasi ?

Era Kekinian, dimana inovasi dan kreativitas merajalela tanpa batas kian merasuk ke berbagai dimensi, termasuk ranah Agama. Nah.. Islam adalah bahasa dan Perintah Allah SWT , tak ada mahluk ciptaan NYA termasuk manusia dan alien yang berani memodifikasi nya, jika tetap nekad berarti dianggap membangkang, coup de etat terhadap Sang Pencipta. Ngeriiii !!

Come on… , yang suci tetaplah suci, kemurnian adalah harga mati tanpa tawar, tanpa syarat. Nusantara adalah soal Geografis, etnik dan identitas bangsa, sangat berbeda jauh dengan agama Islam. Islam adalah pedoman Hidup agar selamat, berkah, damai di Dunia Akherat sesuai Perintah dan larangan Allah SWT.

Ingat.. Nabi Muhammad SAW adalah peringkat pertama 100 orang paling berpengaruh di dunia ( the 100 A Ranking of the Most Influential Persons in History karya Michael Hart), mulai menyiarkan, menegakan dan mewujudkan peradaban Islam yang mashyur dari Arab hingga seluruh dunia, milyaran umat sedunia hingga kini masih tangguh menjaga nya.

So, kembalilah pada Islam sejati, karena Islam ya Islam, tetaplah bersatu padu diatas perbedaan paham yang ada. Allah Maha Besar..

Comments

comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *