Jam Tangan “Rei” yang bikin Apes

JamTangan Rei

Sebelumnya saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar besarnya dan setulus tulusnya kepada brand jam tangan Rei, bukan bermaksud merusak nama baik atau sejenisnya. Melainkan hanya ingin menyampaikan uneg-uneg, kegelisahan, keluh kesah, duka lara yang kebetulan terkait dengan jam tangan merk Rei favorit saya.

Kenapa pilih Rei

Sejak dahulu kala, saya sudah begitu terpesona oleh keleganan jam tangan sport. Dijaman SMP, saya sudah mengenakan jam mirip G-shock bermerek S-shock dengan kualitas yang bisa kita tebak bersama. 

Tatkala sudah jatuh cinta dengan apparel bergaya outdoor, touring dan segayanya saya pun terpanggil untuk memiliki jam tangan bertema sama. Kebetulan jam tangan yang ada hanya tinggal satu dan itu pun dalam kondisi legam.

Momen yang tepat ditambah mendapat secercah rejeki, saya pun meluncur ke toko Outdoor langganan. Segera saja, mata saya tertarik dengan jam tangan Rei dengan desain elegan minimalis eksklusif. Ekslusif karena stok tinggal satu satunya, dalam batin sudah merasa yakin tidak ada kembarannya karena saya memang gak suka terlalu pasaran. Walhasil, jam Tangan Rei dengan tipe misterius ini saya tebus.

Bencana Strap Putus

Operasionalitas Jam Tangan Rei berjalan normal dari Oktober 2014 hingga Maret 2016, Dibulan Maret inilah sebuah masalah dan musibah kecil namun dashyat melanda. Strap sebelah kiri (yang ada lubangnya) retak lalu putus. Solusi mujarabnya adalah ganti strap, tapi disinilah letak kedashyatan masalah strap putus ini.

Mencari strap cadangan atau yang cocok sulitnya ga ketulungan. Dari beberapa lokasi servisan jam tangan, sebagian mengatakan tidak ! dan lainnya angkat tangan. Duh gusti, malang sekali nasib ini.

Di ubek ubek ke dunia maya pun hasilnya nihil, pencarian strap ini sudah berlangsung berbulan bulan tanpa kepastian. Rasanya strap cadangannya gak pernah di produksi, dan ketika beli dulu, dari tokonya tidak dikasih strap cadangan yang biasanya menjadi bawaan standar produknya.

Nasib Akhir

Di tengah rasa frustasi dan kekecawaan stadium atas, saya benar-benar mengkritik tajam kualitas strap jam tangan Rei milik saya ini. Kualitas strap nya malah dibawah kualitas strap jam tangan dengan harga jauh dibawahnya. Entah mungkin tidak semua produk Rei berkualitas seperti ini, hanya milik saya saja yang apes. Tapi tetap saja, satu produk membawa nama brand secara keseluruhan.

Akhirnya pada bulan Februari 2017 seorang teman yang kebetulan memiliki jam tangan Rei yang sama (keyakinan bahwa jam tangan Rei saya begitu eksklusif gugur sudah saat tiga bulan setelah membeli jam, saya berjumpa dengan teman yang juga membeli jam tangan serupa di toko lain >o< ) menawarkan via BBM untuk membeli Jam tangan Rei saya yang tergeletak penuh debu menanti solusi.

Dengan keikhlasan tinggi, Saya merelakan teman saya menebus jam tangan Rei dengan selembar uang 50 ribu. Lucunya, jam tangan Rei milik teman saya juga senasib, strap nya putus. Namun letak putusnya ada disebelah kanan (pengait), jadilah tujuan membeli jam tangan Rei saya hanya untuk diambil strap sebelah kirinya saja. Oalah..

 

Comments

comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *