Jangkrik Versus Tikus

Kasamago.com – – Rumah dalam keadaan genting, level siaga dan waspada ! Alarm keamanan senantiasa bergeletak di sana sini, Invasi Tikus dalam skala masif telah dimulai, Bau air kencing dan Pup Tikus menyerebak di hampir semua sudut ruangan. Itulah sekilas gambaran tentang kondisi rumah yang hampir 90% terjajah oleh serbuan Tikus terutama di malam hari.

Berbagai solusi dan sistem pertahanan pernah digulirkan guna mengatasi ancaman laten Tikus yang senantias berkobar di malam hari, di mulai dari lem tikus, jebakan tikus, penebaran kapur barus dan wewangian di area dimana Tikus bersemayam membuat bunker nya. Semua nya gagal total untuk jangka panjang, Lem menyisakan masalah lain, Jebakan tikus sudah tak mempan, Kapur barus dan wewangian apalagi, seolah Tikus telah sangat resisten.

Ditengah kegalauan karena tiada kemajuan berarti dalam pertempuran melawan Tikus, munculah solusi lain yakni memelihara sang Predator Tikus, Kucing ! Sayang Penguasa Rumah tak mengijinkan karena sangat alergi dengan Kucing, selanjutnya Burung Hantu, Konon suara nya lemah lembut beraura mistis sangat ditakuti Tikus, tetapi sekali lagi Sang Penguasa Rumah menolak keras, Burung Hantu adalah burung menakutkan, begitu alasannya, padahal sudah jelas Burung Hantu adalah salah satu jenis burung eksotis yang unyu unyu.

Solusi terakhir adalah hal yang tak Saya duga, Suara Jangkrik ! ya Jangkrik, hewan yang kembali mengingatkan masa kanak-kanak Saya dimana saat itu Jangkrik adalah hewan peliharan yang paling Autoritatif, dapat di adu dan memiliki nama keren ala jagoan Silat, Jalitheng, Jalabrang, Dsb. Perburuan pun dimulai secara off line, rasanya tak lucu bila membeli Jangkrik dikirim melalui paket kilat. Masih ingat di kepala, saat itu ketika di Alun Alun Kota, Saya melihat sesosok penjual Jangkrik Mobile disana.

Berharap ada di Alun-alun saya meluncur deras ke tujuan, sayang langit malam lagi lagi tak mendukung perburuan ini, hujan turun dengan lembutnya membasahi jalanan, sehingga terbuka rasa pesimis menemukan penjual Jangkrik dikala hujan. Terbukti benar, esok pagi nya perburuan Jangkrik terus dilanjutkan mengingat batas waktu yang sedikit, Serangan Tikus harus di counterback, bila perlu dihabisi tuntas. Bertanya para teman, tanda kehadiran Penjual Jangkrik mulai nampak, berkunjung di sebuah pasar Mingguan, akhirnya saya dipertemukan dengan Penjual Jangkrik, rasabahagia bersinar di dalam dada, kenangan masa kecil terulang kembali.

Diantara banyak calon pembeli yang mengerebuti sang Penjual Jangkrik, hanya saya saja orang dewasa diantaranya. Hahahaha…, itulah respon kawan ketika saya kembali menunjukan sepasang Jangkrik Jalitheng berikut Kandangnya pada mereka.

Luar biasa bukan dikira sudah gede tapi masih membeli jangkrik, setelah saya jelaskan bahwa tujuan membeli jangkrik demi alasan dewasa dan mulia, mereka menghentikan tawa mereka dan mulai serius mendukung saya agar berhasil melawan balik serangan Tikus yang sungguh sangat menggetirkan itu.

Berhasilkan Suara Jangkrik mengusir Tikus?

Pertama sedikit tertegun, cukup lama telinga ini tak mendengar dentuman suara Jangkrik. Hanya dua ekor namun suaranya bak knalpot motor bobokan, yang jelas suara pergerakan Tikus dan perabotan dapur yang berserakan sudah tak nampak lagi meski harus diakui bahwa kehadiran Jangkrik lantas tak membuat Tikus memutuskan kabur dan meninggalkan rumah, Tikus tetap bertahan dalam bunkernya, menunggu waktu yang tepat untuk merusuh kembali.

Sia-sia sepertinya? Mungkin, sembari mencari cara jitu lain untuk mengusir tikus atau membinasakan tikus, sang Jangkrik sangat berguna untuk mengisi kekosongan perlawanan terhadap sang Tikus.

Ilustrasi – Kaskus.co.id

Comments

comments

4 Comments
    • kasamago
    • kasamago

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *