Jenderal Qasem Soleimani dan Aksi Terorisme Trump

Qassem
Jendral Qassem dan Bendera merah Iran

Kasamago.com – – Tahun baru 2020, Dunia dikejutkan oleh aksi pembunuhan terhadap Jendral paling karismatik di Timur Tengah oleh Drone MQ 9 Reaper yang direstui oleh Presiden Amerika Serikat Donald J Trump. Kecaman dunia Internasional atas aksi terorisme Trump berseliweran bak tawon keluar dari sarang nya, Hastag World War III, Perang Dunia 3 pun menjadi Trending.

Saya yang sudah bosen menulis tentang Iran, Suriah, Israel dan Amerika pun hanya bisa terkejut dan turut berbela sungkawa atas hilang nya Jenderal Terbaik Iran yang dianggap sebagai Penghancur ISIS ini. Niatan menulis mendadak bangkit tatkala di media sosial, muncul beragam spekulasi dan opini yang beranggapkan aksi Pembunuhan yang lantas di balas Iran dengan Aksi Salvo Roket dan Rudal ke Ain Assad Air Base, pangkalan Amerika di Irak di katakan main mata, konspirasi, sandiwara dan lain nya. 

Apapun itu, saya jadi terpancing untuk menorehkan opini pribadi saya sendiri terkait Pembunuhan Jendral Qasem dan Pembalasan Iran terhadap Amerika, pastinya Berita Bombastis ini sukses menenggelamkan kasus Perampokan JiwaSraya 13 Triliun.

About Qasem Soleimani

Maaf, bagi para komentator dan spekulan yang langsung main tuduh sana sini, ada baiknya ikuti kembali perseteruan abadi antara Republik Islam Iran vs Amerika sejak dahulu hingga Konflik Suriah, Sosok Jenderal Qassem segera melejit nama nya karena berhasil memimpin kekuatan Ekpedisi militer Iran di Suriah dan Irak, Quds Force, guna melindungi Kedaulatan Suriah dari ISIS , AL Nusra, Al Qaeda dan lain nya. 

Aksi militer Iran di Suriah dan Irak mendapat Izin dari pemerintah kedua negara, sehingga memiliki landasan hukum dan politik. Quds Force sebagai bagian dari Garda Revolusi Iran mendapat komando langsung dari Supreme Leader, Ayatollah Ali Khamenei.

Perlahan namun pasti, Kehadiran Mayor Jenderal Qassem bersama Militer Rusia perlahan menghancurkan basis basis Isis dan kemampuan tempur nya di Suriah dan kemudian di Irak, Kesuksesan Iran melalui Hard Diplomacy Quds Force serta pembentukan milisi PMU  (People’s Mobilization Forces) yang membantu Tentara Nasional Irak melawan Isis meraih kemenangan telak.

Qassem lalu mengumumkan ISIS telah kalah di Suriah dan Irak, Israel dan Amerika sebagai bos ISIS sontak marah besar dan menyebut Quds Force dan milisi Iran sebagai Teroris.

Pemakzulan Trump

Ketika jutaan rakyat Iran tumpah Ruah mengiringi jenazah Jenderal Qassem, saya langsung menduga, Aksi Terorisme nan Gila Trump ini terjadi sebagai cara Trump lolos dari Pemakzulan (Impeachment) yang sudah di ketok ketua Dewan Perwakilan Amerika Nancy Pelosi pada desember 2019 lalu. Tutup kasus lain dengan kasus lain yang lebih dashyat. Begitu rumus nya, dan ya memang sedikit ada benar, mungkin.

Israel dan Lobby Zionis Amerika dalah pusat kekuasaan Politik Amerika sesungguhnya, dengan demikian Pembunuhan Jenderal Qassem adalah “Barter” Trump dengan Israel agar dirinya mendapat dukungan para Zionis Amerika, dimana Qasem telah menjadi Musuh Utama Israel yang harus secepatnya di lenyapkan.

Last, Rakyat Amerika jelas terkejut dan bertanya, Apa untungnya bagi Amerika membunuh Jenderal Qassem secara pengecut ini?, jawabannya tidak ada, kecuali bagi Trump sendiri dan Drone pembunuh milik CIA, MQ 9 Reaper hanya makin terkenal saja. Lets Wait n See, Perang Terbuka antara Iran vs Amerika tidak akan langsung terjadi, terlalu besar resiko bagi kedua negara dan dunia.

Comments

comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *