Kecele berat, Bukan Garudayana 5 tapi Garudayana Saga 5

Kasamago.com – – Komik atau Manga bagi saya adalah ibarat Senjata Api seorang Prajurit, Sulit dipisahkan karena sejak kecil komik telah menjadi bagian kehidupan saya sehari-hari, mengiringi pertumbuhan hari demi hari. Is Yuniarto adalah salah satu diantara milyaran komikus di dunia yang beredar, namanya telah lama saya kenal dan karya-karyanya selalu saya nantikan. Kiprahnya mulai terkenal dan saya kenal ketika Is Yuniarto menelurkan Komik berjudul Wind Rider. Kehebatan, gaya dan kualitas gambarnya sempat membuat saya terpana dan menganggap Wind Rider adalah komik import dari Jepang.

Sekitar tahun 2011 (CMIIW), Is Yuniarto kembali menasbihkan dirinya sebagai salah satu komikus Populer dan Profesional tanah air melalui komik berjudul Garudayana yang diterbitkan oleh Koloni, disini Is Yuniarto mulai menancapkan Image nya sebagai Komikus yang lihai men Jepang kan kisah Pewayangan (Membuat Komik berdasar Kisah Wayang dengan Art bergaya Manga). Gambar terbarunya yang diunggap di Facebook yakni StormTrooper yang digambar dengan gaya Wayang semakin membuat saya terkesan dengan kelihaiannya. Saking terpesonannya dengan Komik Garudayana, saya pun rutin membeli seri-seri selanjutnya, totalnya ada 4 Jilid. Tiap jilid menampilkan karakter terkenal dari pewayangan yakni :

Di Jilid 1, Tokoh Pewayangan yang muncul adalah Gatotkaca, Iblis Ashura, Semar dan Para Punakawan, Gareng, Bagong, petruk.

Di Jilid 2, Muncul Arjuna, yudhistira, Nakula, dan Adipati karna.

Di Jilid 3, Muncul Durshilawati dan Antareja.

Di Jilid 4, Muncul Bima dan Antaboga.

Nah, diantara tokoh-tokoh pewayangan populer ini, saya sangat memfavoritkan tokoh Antasena. Singkatnya karena Is Yuniarto telah menampilan saudara Antasena, yakni Antareja di jilid ke 4 saya pun mengontak Is Yuniarto agar berkenan membuat Jilid 5 yang menampilkan Antasena. Penantian panjang pun terus bergelayut, namun hal yang ditunggu dan dinanti tak pernah hadir di toko buku langganan.

Komik. Garudayana, Is Yuniarto

Kabar Indah baru menghentak saat teman saya memberikan informasi bahwa Garudayana Jilid 5 telah dia temukan !! Hollaaa… Sang Teman pun mengajak saya menemaninya ke Toko Buku langganan. Meski dilanda kesibukan karena pekerjaan, Saya tetap menyempilkan waktu untuk meng YES kan permintaan teman sebagai saksi pembelian sebuah komik yang telah lama ditunggu kehadirannya. Menanti dengan deg degan, dalam interval 10 menit, sang Teman pun menemukan objek yang dicari. Komik tersebut tinggal satu satunya karena ternyata telah lama beredar. Oh.. Sungguh telat sekali, kenapa baru mengetahuinya sekarang… Oh.. Dengan hati riang, bagaikan Gerak langkah Pasukan Tentara Merah yang berhasil menguasai Berlin dalam Perang Dunia ke 2, Saya dan Teman pun kembali ke rumah masing-masing dengan riang gembira. Lagu Maju tak Gentar mengiri kepulangan kami.

Riak kemenangan itu tetap berputar hingga.. hingga.., selang sehari setelah hari H Pembelian, saya mengunjungi rumah teman dengan maksud ikut membaca Komik Garudayana Jilid 5. Lho kenapa bukan saya yang membeli komik? Sudah 3 Tahun saya sudah mendeklarasikan diri untuk tak lagi membeli komik atau memoratorium pembelian komik. Ketika berada di rumah si Teman, Kabar menakutkan itu pun menghampiri.. Rasa bahagia runtuh seketika, seolah bagaikan burung-burung gagak berkumpul meloncengkan pekik kematian.

Sebelum saya sempat menyentuh Komik, Si Teman seketika memberitahu bahwa Isi komik ternyata kompilasi dari komik-komik sebelumnya. Hah ?? Antara Melotot dan Terpejam, seakan tak percaya saya lantas membaca habis komik tersebut. Pelan-pelan, dengan nafas berirama agar Jantung tetap tenang, Saya memperhatikan Judul Komik dengan mata bersinar bak radar.. Ping Ping ! Seolah radar menemukan sasaran, Terperanjatlah saya seketika. Ternyata ini bukan Komik Garudayana jilid 5 yang selama ini diburu. Ini Komik Garudayana Saga dimana isinya adalah kompilasi dari jilid jilid komik Garudayana Original (tanpa Saga).

Duh kecele berat dah, Tapi Kupat sudah habis dikupas. Apa daya, hanya rasa ikhlas dan sabar yang dapat dilakukan. Sang Teman pun terlihat biasa saja seolah tidak ada rasa kecewa yang muncul dibenaknya. Sang Teman tetap kembali meneruskan aktivitas Bisnis digital nya.

Comments

comments

2 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *