Kemenangan yang Prematur

Perang Dunia
Berlin Fall – Rare Historical Photos

Kasamago.com – Akhirnya, KPU mengumumkan siapa Pemenang Kontestasi Pilpres 2019 dalam gaya yang mengejutkan dan sangat unik di seluruh jagat bumi karena Pengumuman sepenting Pilpres, di umumkan KPU pada 21 Mei 2019 sekitar pukul 01.45 Dini Hari. Awesome !

Jagat maya geger, gempa bumi 100 SR melanda dunia media sosial. Berbagai tanggapan dan kritikan Netizen bersahut sahutan di udara, ada yang bilang seperti maling, menghindari waktu puasa atau memang inisiatif, kreatifitas dan diskresi para Komisioner KPU. Well, Sejarah terukir, dan Rekor MURI terbentuk oleh Pengumuman KPU ini. Congratulation !

Aksi People Powers

Bagai sudah diprediksi banyak pihak terutama pendukung Capres 02, Prabowo Sani bahwa KPU akan memilih Capres 01 sebagai pemenang nya, maka sejak hari Sabtu, 19 Mei 2019, Persiapan masa menuju kantor Bawaslu kian menggelegar. Tudingan Makar kubu 01, di hadapi dengan perubahan nomenklatur People Powers menjadi Gerakan Kedaulatan Rakyat.

Kenapa tidak terima kalah? Kenapa tidak diserahkan ke mekanisme hukum? Kenapa ngotot menang? Bla Bla Bla, mungkin itulah secuil pertanyaan yang ramai diumbar pendukung kubu 01 atau populer disebut Bani Cebong.

Jawaban nya, karena KPU sebagai wasit, dan Bawaslu sebagai Pengawas sejak awal telah terindikasi berpihak pada petahanan alias Capres 01. Dengan kekuasaannya, Petahana sangat memanfaatkan kekuatan Birokrasi, Aparat, Intelejen, Media hingga kaum intelektual untuk memuluskan jalan menuju tampuk 2 (dua) periode.

Soal ketidaknetralan ataupun Kecurangan yang dialamatkan pada Petahana dan pasukannya sebenarnya sudah dimulai sejak dilahirkannya UU tentang Presidential Treshold 20%, Registrasi SIM Card, carut marutnya eKTP ,hingga Persiapan Pemilu.  Terstruktur, Sistematis dan Masif, begitu Istilah nya.

Kemenangan Prematur

Dengan kekuatan negara tanpa batas, Petahana meraih kemenangan tanpa hambatan yang berarti. Sulit bagi kubu 02 untuk mendiskualifikasikan Petahana meski dengan Bukti segunung sekalipun. Jalan terpahit adalah Aksi Masa besar besaran, namun itu akan memicu Perang Saudara yang membahayakan keutuhan Bangsa dan Negara.

Seluruh rakyat dipaksa mengakui Kemenangan Petahana yang layak disebut sebagai Kemenangan Prematur, karena meraih kemenangan dengan pondasi penuh polemik, intrik dan keanehan. Saya melihat, kemenangan ini seperti Keunggulan Nazi Jerman atas Uni Soviet, dan Keunggulan Kekaisaran Jepang atas Sekutu dalam Perang Dunia II.

Layaknya debu yang ditebar ke atas angin, debu tersebut akan berbalik arah ke muka sendiri, artinya hanya menunggu waktu, kemenangan ini berbuah menjadi suatu torehan sejarah yang menentukan wajah Indonesia di masa mendatang. Baik atau Buruk, kembali kepada para Senopati, Begawan dan Ksatria.

Summary

Comments

comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *