Kenapa Sahur Bersama masih jarang ?

Buka Bersama
Pic by mainichi.jp

Memasuki fase pertengahan bulan suci Ramadhan, biasanya penduduk tanah air mulai disibukan dengan acara rutin Buka Bersama. Suatu momen sakral yang sudah melekat di bulan suci, selain berfungsi menjalin silaturahmi dan memupuk keakraban juga turut memeriahkan tempat kuliner menjelang waktu berbuka puasa.

Saking sudah menjadi kultur dan budaya populer dewasa ini, rasanya gak asyik jika melewatkan momen buka bersama di luar bersama teman, sahabat dan rekan kerja.

Tetapi bagi saya, event Buka Bersama atau BukBer terlanjur menjadi acara mainstream yang kehilangan unsur sensasi dan keseruannya. BukBer yang begitu-begitu saja, terlepas sebagai ajang  silaturahmi dan memupuk keakraban.

Bagi kalangan anti mainstream dan unik yang suka aneh aneh. Pada kepikiran enggak, jika kepopuleran BukBer perlu diimbangi dengan meng-kampanyekan event Sahur Bersama atau SaBer. Klop.. saling melengkapi antara tradisi mengakhiri Puasa dan Memulai Puasa. Yin dan Yang.

Nah, ide seru ini pernah saya lontarkan ke teman-teman, sayang mereka justru meresponnya dengan rasa nyinyir penuh ketidakgairahan, pesimis dan hopeless. Mereka menyatakan acara Sahur Bersama itu terlalu lebay, nyeleneh dan mengada ngada.

Bagi yang pernah punya pengalaman sahur bersama, tentu tidak akan berkata demikian justru ketagihan dan berniat mengpopulerkan Sahur Bersama sebagai tradisi rutin layaknya Buka Bersama.

Saya sendiri seumur umur, baru pertama kalinya mengecap pengalaman Sahur Bersama diluar rumah atau keluarga. Yakni di bulan suci Ramadhan tahun 2015 silam, semua terjadi diluar rencana dan bagian dari pekerjaan yang mengharuskan saya nguli bersama teman-teman hingga waktu sahur.

Jadilah kami sekalian mengadakan Sahur Bersama, entah kebetulan atau tidak, memasuki jam sahur perut kita semua sudah kelabakan dan berteriak minta disogok sepiring hidangan nikmat.

Meski melelahkan dan meletihkan karena nguli hingga sahur, tetapi saya bahagia dan larut dalam keasyikan karena diberi kesempatan merasakan sahur bersama teman senasib seperjuangan.

Hingga kini, pengalaman tersebut sulit terlupakan dari sanubari terdalam, terajut dalam kenangan indah.

So, tak ada salahnya Sahur Bersama, tetap mampu merajut silaturahmi dan keakraban, bahkan lebih syahdu karena dingin dan sunyi nya dini hari malah membuat suasana lebih kaffah.

Yang jadi masalah besar, seberapa banyak tempat kuliner yang buka di waktu sahur ??

Comments

comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *