Ketika Kekuasaan bukan milik rakyat

Presiden

Kasamago.com ,–

Mereka bukanlah penguasa sejati, para pemimpin kita hanyalah ujung jari dari suatu tangan kekuasaan sesungguhnya yang ada di belakang nya. Cuplikan tausiah dari Cak Nun ini agaknya dapat menjelaskan tentang apa yang terjadi pada negeri ini.

Kegaduhan demi kegaduhan semakin berdatangan, mengancam kedamaian dan persatuan bangsa kini kegaduhan baru mencuat.

Publik terhenyak, rakyat terperanjat, pembuat kegaduhan justru bukan dari kalangan bawah tetapi atas yang sepatutnya menjadi Ing Ngarso Sung tulodho.

Kembalinya Dwi Fungsi

Pilkada 2018 semakin membara, Mendagri mengusulkan akan mengisi kekosongan jabatan Gubernur Jabar dan Sumut dengan Pejabat dari Perwira tinggi Kepolisian.

Sontak hal ini menuai polemic dan kontroversi,Pelanggaran UU terjadi didepan mata oleh pihak berkuasa. Bayangan akan kembali nya Dwi Fungsi ABRI mencuat. Netralitas bias tergadai, Polisi biasanya menjabat untuk lembaga pusat seperti BNN, BIN, KPK bukan Kepala Daerah karena sudah ada POLDA dan PANGDAM.

Dalam ILC tvONE, Penalaran Pemerintah dapat berakibat fatal karena bisa saja kelak posisi Presiden dapat di isi oleh Kapolri. Menarik pernyataan dari Prof Salim Said, bahwa ada upaya membawa sejarah era Orde Lama ke jaman now, Yakni menguasai TNI Polri oleh kepentingan sipil.

Entah ada kepentingan apa dibalik kontroversi ini, namun berharap Presiden segera melarang niat Mendagri soal Penjabat Kepala Daerah dari Kepolisian.

Sejarah yang dihilangkan

Berikutnya, Kapolri menuai gejolak berkat pidato nya yang dianggap mengawurkan sejarah. Hanya NU dan Muhammadiyah yang diakui punya andil dalam kemerdekaan NKRI. Berbagai elemen Islam di tanah air sontak bergerak melayangkan protes nya.

Dua kegaduhan ini hanyalah sebagian kegaduhan lain yang belum selesai, Gizi buruk Papua, Import, Skandal Korupsi Kondensat, Becak DKI, empeachment Gubernur DKI, hingga Reklamasi yang membulat.

Kunci ada ditangan Presiden, doa dan harapan bersandar pada beliau meski harus melawan berbagai tantangan yanga ada. Jayalah NKRI

Comments

comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *