Kimun Kamui, Rasa Penasaran yang akhirnya terselesaikan

Kimun Kamui

Kasamago.com – –

INTRO

Alkisah entah di tahun 2008 atau 2010, saya tengah menikmati liburan kuliah. Guna mengisi waktu luang, saya meminjam buku dan komik dari perpustakaan sekolah dimana Ibu saya mengajar.

Salah satu komik yang dipinjam berjudul Kimun Kamui, jilid 1 dan 2. Judul yang tak asing, karena saat saya SMP – SMA pernah melihatnya di rak toko buku. Karena judulnya asing, tema nya asing dan jelas tidak terkenal, komik ini saya acuhkan secepatnya.

Singkatnya, Saya pun baca hingga tuntas Kimun Kamui jilid 1 dan 2 tadi, adrenalin meningkat, penasaran membara, inilah pertama kalinya saya mengagumi komik bertema drama teror binatang buas.

Total ada 4 jilid, kentang rasanya penasaran dengan kelanjutan kisahnya. Perburuan komik di toko buku dan rental gagal total, Kimun Kamui adalah komik yang terlupakan, tak terkenal dan seperti terhempas dari pasaran.

Saya pun menyerah, lebih dari 5 tahun berlalu, tiba tiba rasa penasaran kembali mencuat, upaya menemukan Kimun Kamui Jilid 3 – 4 berlanjut. Berkat Tokopedia, melalui seller Kinanti Komik, akhirnya saya membeli satu paket komik Kimun Kamui Second 1 -4 jilid. Alhamdulilah..

Bisa dikata, hanya Blog saya yang mengupas Kimun Kamui, Karena setelah di gogling sana sini, belum ada artikel Kimun Kamui selain di Blog lama saya >> REVIEW KIMUN KAMUI

MORAL STORY

Tiga pelajar SMP dari Kota Sapporo, Hokkaido berniat mengisi liburan dengan memancing di Danau Onne. Dalam perjalanan, mereka terngiang kisah 4 tahun lalu ketika menemukan seekor anak beruang yang diberi nama Hitam di Hulu sungat Gunung Kurotsuchi sekian kilometer di utara Danau Onne.

Ryo, Hiro dan Yukio pun mengubah tujuan tanpa seijin Orang tuanya, tanpa mengetahui bahaya besar menanti mereka di gunung Kurotsuchi.

Sehari sebelum kedatangan Ryo dkk di Gunung Kurotsuchi, 4 orang Mahasiswa hilang diserang beruang.

Tragedi pun dimulai, Ryo dkk bersama 11 orang kru TV dilanda rasa ketakutan dan kelelahan akibat serangan Beruang.

Kisah kimun kamui jilid 3 – 4 yang saya kira hanya berkutat bagaimana keluar dari gunung Kurotsuchi atau bertarung melawan sang Beruang justru berubah dramatis beralur twisted.

Saya tak menduga, pikiran pembaca akan dibuat kacau. Antara membenci Beruang ataukah pihak manusia (tokoh) itu sendiri. Mangaka Yoshihiro Saegusa berhasil membuat konflik emosi bagi pembaca.

Pembaca seolah disuguhkan, bahwa bahaya terbesar sejatinya bukan dari serangan beruang tapi manusia itu sendiri. Dikala terjepit atau ketakutan sangat, Para Kru TV berubah menjadi pengecut, cekcok, dan frustasi, hingga niat membunuh sesama teman pun timbul.

Termasuk Ryo cs. Mereka akhirnya menyesali keputusannya merubah rencana dari danau Onne ke gunung Kurotsuchi, tapi mereka segera bangkit kembali.

Moral Story dari komik ini adalah, Apapun keputusan kita, yang sudah terjadi janganlah disesali. Tetap Berjuang menemukan jalan keluar karena harapan itu selalu ada. Tetap tenang dan saling percaya.

ENDING

Beruang tidaklah jahat, mereka menyerang manusia karena wilayah kekuasaannya diganggu manusia, sumber makanan alami nya sulit didapat dan karena pernah di beri makan oleh manusia.

Menjelang akhir kisah, misteri pun terbuka, sumber malapetaka dan penyebab Ryo dkk beserta Kru TV terjebak di gunung Kurotsuchi adalah buronan polisi bernama Ryuji Kikazawa.

Di hari ketujuh Ryo cs terjebak di Gunung, Berkat bantuan anjing Ryo, Too, yang menemukan jalan tembus ke gunung, polisi dan regu penyelamat bergegas ke Gunung Kurotsuchi.

Disisi lain, Ryuji dan Sang Beruang pemangsa akhirnya tewas saling bunuh. Ryo dkk ,Kru TV dan Mahasiswa yang tersisa akhirnya selamat. Dari 18 orang yang ada, 9 orang tewas, baik karena serangan beruang maupun terjatuh ke jurang.

Ryo dkk lega, bahwa Beruang yang menyerang manusia ternyata bukan si Hitam. Namun Hitam tetap terpaksa dibunuh agar tak ada lagi serangan beruang di Kurotsuchi.

Sebulan kemudian, Ryo dkk bersama pemburu lokal bernama Eikichi mengunjungi Gunung Kurotsuchi untuk melihat seekor anak beruang dari si Hitam.

Agar anak si Hitam tak disentuh manusia, Ryo dkk setiap tahun berencana menjenguk anak si Hitam kembali.

Comments

comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *