Klan Kobayakawa dan Kasus Ratna Sarumpaet

Kobayakawa
Hideaki Kobayakawa – Vignette / Dynasty Warrior

Kasamago.com – – Kembali Sang Jendral 08 Prabowo Subianto seolah di perdaya dan dipermainkan oleh kawan dekat nya sendiri yang selama ini di puja sebagai sosok yang memperjuangkan nilai kemanusiaan, Ratna Sarumpaet.

Bukan terkejut, tapi heran.. Sosok berwibawa dan calon Presiden RI diberikan perlakuan yang sedemikian memalukan. Disakiti, Lalu melaporkan, Mendapat dukungan Sang Jendral, mendadak banting stir memberikan pernyataan lain, petir di siang bolong menggelegar.

Klan Kobayakawa

Menyaksikan kasus Ratna Sarumpaet dan Prabowo Subianto, saya malah terngiang dengan kisah Pengkhianatan Klan Kobayakawa dalam salah satu perang paling bersejarah di Jepang, Perang Sekigahara (1600 M).

Bagi yang ingin mendapat gambaran dramatis bagaimana Perang Sekigahara di mulai dan berakhir, silahkan tonton film berjudul Sekigahara yang rilis 2017 lalu (Baca Review nya).

Klan Kobayakawa di pimpin oleh Hideaki Kobayakawa, menjelang berkecamuk nya Perang Sekigahara, Hideaki dan klan nya menjadi titik penentu bagi pihak yang bertikai, Tokugawa Ieyasu ( Pasukan Timur) dan Ishida Mitsunari (Pasukan Barat).

Sebagai sahabat baik dan sosok yang sangat berhutang budi pada mendiang Hideyoshi Toyotomi (Wakil Kaisar), Mitsunari berharap Kobayakawa akan memihak diri nya. Sayang nya, Ieyasu yang lebih senior dan disegani turut mendekati Kobayakawa, bahkan mengancam akan menembakan meriam pada pasukan kobayakawa jika memihak mitsunari.

Perang Sekigahara pun meletus, Pasukan Barat berhasil menahan serangan pasukan Timur, namun seiring waktu Pasukan Barat mulai kewalahan dan Mitsunari harus menghadapi kenyataan pahit, Kobayakawa mengkhianati nya dengan memilih berada di pihak Ieyasu. Pasukan Mitsunari pun hancur lebur tanpa sisa.

Dua Tahun kemudian, Klan Kobayakawa bubar, tanah kekuasaanya di ambil alih Klan Ikeda. Sedangkan kekalahan pahit Mitsunari di tebus oleh Pasukan Kekaisaran (Choshu – Satsuma) dalam peristiwa perang Boshin (1868 – 1869) yang menandai bubarnya Keshogunan Tokugawa dan dimulainya Restorasi Meiji.

Last, semoga saja kasus Ratna Sarumpaet pada Prabowo bukanlah drama memilukan seperti kisah klan Kobayakawa, namun suatu pelajaran penting bahwa tidak ada kebohongan yang abadi, Kebenaran pasti menang.

Comments

comments

One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *