Kode Etik MKD dan Freeport, Sebuah Drama tak Berujung

Freeport Indonesia
Miningglobal.com

Kasamago.com – – Kisahnya diprediksi dapat berakhir seperti kasus Tragei Mei, BLBI dan Bank Century, sebuah mega Skandal yang menyangkut banyak pihak penting nan berkuasa di negeri ini yang pada akhirnya seolah terpaksa dilenyapkan di tengah jalan.

Berawal dari masalah “sepele” terkait dugaan pelanggaran kode etik oleh seorang Pejabat Tinggi Negara, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Setya Novanto dalam proses perjanjian kontrak PT Freeport Indonesia. Dari Hal yang awalnya “sepele” dan dapat diselesaikan oleh internal DPR sendiri melalui Mahkamah Kehormatan Dewan akhirnya harus menghadapi tembok baja yang dijara para Raksasa.

Arah dari inti dan subtansi permasalah tentang kode etik seorang pejabat tinggi negaranya tiba-tiba berbelok tajam dan semakin kabur ketika pintu demi pintu lembar demi lembar terkuak sebual hal tak terduga di balik sebatas pelanggaran kode etik. Upaya serius guna menjungkirkan Setya Novanto dari tampuk kursi Ketua DPR terpaksa dialihkan guna melindungi kepentingan yang lebih strategi dan berimpact tinggi.

Untuk sementara Setya Novanto (SetNov) aman dari badai goncangan dam tinggal menyaksikan bagaimana Drama Freeport ini akan bergulir dan berujung. Inilah drama tingkat tinggi yang dimainkan dengan sangat politis dan melibatkan kekuatan besar, Rakyat sederhana seperti Saya hanya bisa melongo menyaksikan berbagai kejanggalan, kebingungan, keanehan dan keghaiban yang melanda para Pemimpin Negeri ini.

Di sisi lain, Banyak kalangan berharap drama konyol ini segera berakhir dan kembali menempatkan perhatian Pemerintah pada hal yang lebih krusial demi kepentingan publik, bangsa dan negara.

Awalnya, sang Tertarget, Setya Novanto merasa dirinya dijebak kemudian lantas meminta bantuan dari kubu Koalisi Merah Putih yang dipimpin Prabowo Subiyanto. Upaya pertahanan yang dilakukan kubu SetNov mulai menuai hasil, Penemuan berbagai kejanggalan atas pelaporan Setnov oleh Menteri ESDM Sudirman Said adalah Turning Point bagi upaya pembelaan Setnov di klimaksi dengan pengumuman Pengunduran diri Setya Novanto dari Ketua DPR, langkah ini dinilai mampu mengurangi tekanan publik terhadap SetNov dan citra DPR.

Disisi lain, Beberapa Keanehan drama Freeport ini, antara lain :

  • Jeda Waktu yang panjang dari Kejadian pada 8 Juni 2015 baru dilaporkan ke MKD pada 16 November 2015.

  • Upaya Intervensi dari Eksekutif pada Legistaif, Sudirman Said sebagai Menteri tidak memiliki legal standing melaporkan masalah etik anggota legislatif.

  • Surat Menteri ESDM yang isinya dinilai aneh dan membingungkan.

  • Melempemnya Suara Tegas anggota DPR terkait pelanggaran kode etik oleh Ketua DPR.

  • Misteriusnya pihak yang merekam pembicaran Bos Freeport, Riza Chalid dan Setya Novanto, siapa pemilik asli rekaman masih misterius.

  • Dan lain sebagainya…

Bingung.. Bingung.. Bingung.. Garuk garuk kepala dan kembali melanjutkan aktivitas sehari hari adalah langkah terbaik ketimbang membuat otak terasa beku dan panas menyaksikan drama yang oleh Menteri Rizal Ramli disebut sebagai Perang Antar Geng.

So, Saya dan seluruh rakyat negeri ini berharap, Para Penguasa Republik segera menyudahi drama yang telah menyedot energi dan konsentrasi, masih banyak hal lain yang lebih mendesak dan penting.

Last, meski untuk sekarang kasusnya terasa bundet dan sulit terusut, niscaya waktu dan sejarah yang akan mengungkapnya ke publik, Kebenaran pasti menang !. Yang penting pembangungan negeri ini tetap berjalan dan Allah SWT senantiasa melindungi Negeri ini dari para tangan-tangan Jahat. Amin..

Jayalah NKRI !!

Pic by Miningglobal.com

Comments

comments

One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *