Komando Operasi Khusus (Koopsus) TNI, Efektif kah?

Pasukan Khusus
Elite Forces – pic by mil.ee

Kasamago.com – Dunia Keamanan dan Pertahanan senantiasa bergerak dinamis seiring perkembangan jaman, situasi dan kondisi. Maka berbagai langkah inovatif, strategis dan profesional pun harus di ambil para stakeholder (Presiden, Kemenhan, Panglima TNI).

Setelah membekukan Koopssusgab TNI (Gabungan tiga matra pasukan khusus TNI bentukan Jendral Moeldoko), Pemerintah kemudian membentuk Komando Operasi Khusus (Koopsus) TNI yang diresmikan pada Selasa 30 Juli 2019 oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Markas Koopsus Mabes TNI.

Mengenal Koopsus TNI

Seperti pendahulunya, Koopssusgab, Koopsus TNI merupakan gabungan dari matra darat, laut, dan udara. Pembentukan ini berdasarkan Peraturan Panglima (Perpang) TNI  Nomor 19 Tahun 2019 tanggal 19 Juli 2019 tentang Organisasi dan Tugas Komando Operasi Khusus Tentara Nasional Indonesia. 

Koopssus TNI adalah komando utama operasional untuk pasukan khusus dan satuan khusus TNI dalam rangka kontijensi. Dengan adanya satu atap komando, maka proses mobilisasi pasukan akan lebih efektif dan efisien, sehingga siap digerakan dalam waktu 1 x 24 jam, beserta dukungan logistik yang optimal. Tak hanya di dalam negeri tetapi juga harus siap di kerahkan ke luar negeri.

Pasukan khusus yang tergabung antara lain Sat-81 Kopassus TNI AD, Denjaka TNI AL, dan DenBravo TNI AU. Sebagai pasukan khusus dengan tugas dan dukungan prioritas tinggi, Koopsus TNI mengedapankan kekuatan pukul (preventif dan represif).Diharapkan, pembentukan Koopsus TNI akan semakin meningkatkan kekuatan pertahanan (Defense) dan Pukulan (Striking) dalam melindungi Ibu Pertiwi dari berbagai macam ancaman, baik Asymetris maupun Symetris.

Komandan Koopsus TNI pertama di jabat oleh Brigjen TNI Rochadi (Eks Direktur A Bais TNI).

Koopsus TNI, Efektif kah?

Di ibaratkan Koopsus dalam sebuah senjata pamungkas, tinggal pada siapa kah yang mengoperasikan senjata tersebut. Ancaman terbesar (public enemy) bagi sektor Pertahanan Keamanan saat ini salah satu nya adalah “Terorisme”. 

Akan tetapi melihat perkembangan situasi di nusantara, Aksi Terorisme lebih terkesan pilih kasih sesuai pesanan alias by design. Lihatlah bagaimana sepak terjang OPM yang begitu meneror namun oleh media hanya di sebut Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) ,sementara label terorisme di stigma kan pada kalangan muslim radikal. Saat ini, selain terorisme, ancaman negara yang tak kalah genting nya adalah peperangan Asymetris, penjajahan gaya baru yang menusuk dari dalam di sektor Ekonomi, Politik, Sosial Budaya dan Ideologi.

So, pertanyakan singkat Efektif kah? Diatas adalah kritikan bagi Penguasa agar dapat memanfaatkan Koopsus TNI untuk sebesar besarnya murni demi kepentingan bangsa dan negara bukan ditunggangi kepentingan lain nya.

Salam Rahayu, Salam Komando !

Comments

comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *