Korea Utara, Api kecil yang tak pernah padam

Korea Utara

Kasamago.com – –

Drama politik dan keamanan seolah menjadi menu sehari hari di semenanjung Korea. Korea Utara selalu bersitegang dengan Amerika Serikat.

Ancam mengancam, provokasi dan tantangan terlontar dari keduanya, tetapi hingga kini keberanian keduanya hanya sebatas diujung bibir, urung menjadi kenyataan.

Entah takdir atau bukan, kebetulan kedua pemimpin negara adalah makhluk berhaluan Aneh, bahasa lain dari Norak. Kim Jong Un menjadi Pemimpin karena warisan, berpenampilan unik dan anti mainstream.

Sedang Donald Trump sukses jadi Presiden karena rakyat Amerika stress, kepengin sosok pemimpin yang lebih fresh, ndilalah adanya cuma Trump.

Konflik Korea

The Forgotten Wars alias Perang Korea, berlangsung dari Tahun 1950 – 1953. Perang Saudara ini terjadi karena Korea Utara yang lebih dulu merdeka berniat menyatukan semenanjung Korea sebelum Korea Selatan menjadi negara Boneka Amerika.

Perang berakhir sering, gencatan senjata di umum kan. Garis Demarkasi, Parallel 38, Zona Demiliterisasi memisahkan kedua saudara. Karena masih berstatus perang, Korea Selatan masih tetap mewajibkan Wajib Militer bagi seluruh rakyatnya.

Korea Utara

Hubungan naik turun terus dialami kedua korea, upaya Reunifikasi terus digelorakan keduanya, tetapi selalu terhalang banyak hal. Korea Utara sangat menjaga harga diri dan jati dirinya, sosok negara yang ideal sebenarnya.

Sikap dan budaya Korea sangat dipelihara, bahkan selalu ditampilkan disetiap momen kenegaraan, reporter berita Korea Utara KCNA pun selalu pakai baju adat Korea.

Penghalang terbesar bagi Reunifikasi sejatinya bukan berasal dari Internal kedua Korea, tetapi campur tangan Amerika Serikat adalah ancaman terbesar Reunifikasi. Korea Utara menganggap kehadiran Amerika di Korea adalah penjajah, dan Korea Selatan sebagai bonekanya.

Baca Juga :

As One, kisah Penyatuan Korea

Perang Para Adidaya

Buffer Zone

Korea Utara berada diposisi strategis sebagai wilayah Buffer Zone dua negara adidaya, China dan Russia, rival bebuyutan Amerika Serikat. Bisa dikata, Pecahnya Korea dahulu adalah imbas dari perang Proxy antara Blok Timur dan Barat yang berakhir menjadi Perang Dingin.

Sebagai satu satunya negara komunis asli yang tersisa, kelak Korea Utara bakal dipojokan terus oleh Blok Barat (Amerika, Jepang, Korea Selatan, Taiwan). Itulah mengapa, sejak tahun 1960, Korea Utara berguru membuat senjata Nuklir pada Soviet bersama Indonesia dan China.

Berbekal Senjata Nuklir dan Rudal Jelajah antar benua (ICBM) yang dimiliki Korea Utara itulah yang menjadi harapan, tumpuan dan pelindung utama Negeri kecil terpinggirkan ini tetap selamat, survive dari tekanan zaman yang dimotori Amerika Serikat.

Hubungan Korea Utara dan Amerika Serikat akan selamanya hangat jika Amerika tetap menggunakan pendekatan kasar pada Korea Utara.

Jangan bayangkan Amerika seberani menyerang Irak, Libya, Panama dan Afghanistan. Korea Utara negara misterius, absolutely punya Nuklir !!. dan konon saat ini tengah membangun Kapal Selam Balistiknya. Korea Utara bukan tandingan Amerika, tetapi jika Perang, yang rugi adalah semua pihak.

Pelajaran terpenting dari konflik Korea Utara dan Amerika Serikat bagi Indonesia yaitu, Wajib memiliki senjata Nuklir, terlepas dari kontroversinya, yang jelas berkat Nuklir inilah, Negara Penjajah urung melakukan aksinya.

Pakistan, India, Israel dan Iran telah membuktikannya !!!

 

Comments

comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *