Lakukan Apa yang Kita bisa, Demi Indonesia Jaya

Indonesia
Greater Indonesia – Wikimedia

Kasamago.com — Di era Orde Baru (1967 ~ 1998), Indonesia mencapai Swasembada Pangan ,Menjadi Macan Asia, Big Brother yang disegani kawasan Asia Tenggara.

Setelah nya, Indonesia babak belur oleh suatu Kekuatan Besar yang melibatkan para pengkhianat negeri. Barulah Di masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Indonesia berusaha menapaki kebangkitan. Ekonomi tumbuh 7%, Situasi Sosial Politik Terjaga dan Modernisasi Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) dengan nama Minimum Essential Forces berhasil membawa deterens effect bagi Tentara Nasional Indonesia.

Dan akhirnya di era Presiden ke 7, Republik Indonesia mengalami dekadensi sistemik di 7 lini bernegara : IpoleksosbudhankamPolitik berbasis pencitraan, kekuasaan berbasis propaganda, pengaruh kelompok elit mafia (white collar mobster) , kepentingan Asing dan oligarki menjadikan Pemimpin tertinggi hanya menjadi display semata.

Raksasa yang dilumpuhkan

Indonesia adalah negara besar, baik dari luas wilayah, sumber daya alam, jumlah penduduk, letak geografis, dan sejarah peradaban nya. Tapi apa di kata, segudang potensi tersebut tiada Political Will yang berujung National Interest terjadi.

Yang terjadi, potensi tersebut di peras oleh segelintir kelompok kekuatan yang melibatkan kekuasaan (korporatokrasi) ,Rakyat sebagai pemilik sah potensi itu hanya menerima remahan nya. Di masa Orde Baru, Seluruh Pejabat tinggi negara harus memahami Wawasan Nusantara, dan mengikuti ujian Lemhanas agar setiap kebijakan nya selalu mengutamakan kepentingan bangsa dan negara.

Trah raksasa Dunia

Bayangkan potensi Luas Wilayah membuat Indonesia ber Trah raksasa dunia secara GeoPolitik, Sumber daya Alam, inilah surga pangan dan mineral dunia. Bahkan Indonesia memiliki cadangan Thorium, mineral sekuat Nuklir sebagai sumber energi listrik masa depan, jumlah penduduk sebagi market bisnis yang luar biasa ,dan Letak Geografis, dimana 6 dari jalur pelayaran utama dunia ada di Indonesia. Selat Malaka, Selat Sunda, Selat Makasar dan Selat Karimata.

Inilah yang disebut Choke Point terkaya di dunia, jika dapat diambil manfaat ekonomi nya, milyaran dolar dapat di nikmati Indonesia. Rakyat tak perlu bayar BPJS dan menikmati seabrek subsidi sesuai Pasal 33 UUD 45 yang mengagumkan dunia itu.

Kuatkan UMKM, tentukan Dominasi

Ketika baru berdiri, Amerika membebaskan Rakyat nya berekspresi ,berkreasi, dan berinovasi. Jadilah di abad 19 dan 20, Amerika adalah episentrum penemuan baru dunia. Setelah Restorasi Meiji (1886 – 1912), Jepang menjadi murid bangsa barat, semua pengetahuan dan teknologi di tiru, lalu membuat sendiri. Produk Jepang awal nya di remehkan, lalu waktu yang menjawab nya sendiri.

China komunis awalnya adalah sampah bagi peradaban eropa, terpinggirkan. Setelah Deng Xiaoping berkuasa. China menjadi peniru terbesar dunia, made in china merajalela.

Tak peduli hak cipta atau kualitas, harga murah menjadi senjata. Hasil nya,China jadi adidaya ,Dari peniru (imitating country) ,kini sudah menjadi leading sector menyusul Amerika, Jepang dan Jerman.

Fakta di atas adalah bukti, Kepemimpinan negeri yang memperdulikan kepentingan bangsa dan negara demi masa depan adalah kunci.

Jadilah Dominan

Penopang Ekonomi Indonesia dalah Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) ,mengapa ? Padat karya, dan real market yang menggambarkan kekuatan ekonomi nasional yang nyata.

Selama ini ,UMKM bermain di sektor Barang dan Jasa, dan hanya menjadi penonton ketika tsunami produk China membanjiri pasar, toko, mall dan marketplace digital. Andaikan Penguasa serius dan tulus membangkitkan kekuatan UMKM sebagai senjata sekaligus benteng menghadapi globalisasi, bergandengan tangan dengan BUMN, memasuki sektor Industri, Manufaktur dan Teknologi, dipayungi kebijakan Pemerintah.

Luar biasa dampak nya… Jika Amerika mendominasi Militer, Jepang mendominasi Teknologi, Anime dan Komik, China dengan ekonomi nya, maka Indonesia memilki dominasi di salah satu sektor, UMKM , maritim atau pangan nya.

Indonesia itu kaya akan orang pintar, surplus malah tapi minus Orang yang jujur, amanah, dan patriotik.

Lakukan Apa yang Kita Bisa

Indonesia Jaya, itulah harapan yang wajib rakyat dengungkan. Sembari tetap kritis terdapat penguasa yang gagal, beraksilah sesuai apa yang kita bisa.

Semisal konsisten membeli produk yang asli Made in Indonesia, tasbihkan, ajak seluruh rakyat satu pikiran dan satu gerakan. Andai rakyat memiliki mental nasionalisme yang sedemikian radikal, tentu akan hadir perubahan positif yang di inginkan oleh seluruh rakyat yang mendambakan perubahan di negeri nya.

Comments

comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *