Liburan ke Bandung, antara macet dan tanah longsor

Kasamago.com – – Weekend 8 – 9 Oktober 2016 kemarin, Keluarga saya memutuskan untuk bersilaturahmi ke saudara yang berdomisili di Kota Bandung.  Niat bertandang ke Ibu Kota Jawa Barat selain bersilaturahmi adalah tentu saja, Liburan singkat nan padat selama dua hari satu malam.

Start dari Purwokerto City jam satu siang, Toyota Camaro yang kami gunakan melesat senyap meninggalkan kota menuju Bandung dengan diiringi cuaca mendung dan semilir angin pertanda Hujan akan menyapa diujung sana. Selama perjalanan, kami terus dan senantiasa dikawal oleh deburan hujan gerimis dan hujan deras silih berganti tiada henti hingga pada jam 8 malam, kami resmi memasuki jantung kota Bandung.

Hikmah Kemacetan

Tanpa menunda waktu lagi, kami bergegas menuju rumah Saudara no. 1 yang ada di distrik Sukajadi untuk bersilaturahmi secepat mungkin karena waktu telah mengendorse malam yang semakin larut. Jam 10 malam, Kami pamitan untuk segera berburu Hotel tempat menginap. Setelah meminta petunjuk dari Yandex, dan Glonass, Kami memutuskan mencari Hotel di wilayah Cihampelas, selain dekat juga karena padatnya jumlah hotel disana. Dari sinilah cobaan itu dimulai, Kemacetan parah melanda jalanan menuju Cihampelas, Malam Minggu yang lembab, dingin dan berhujan ini tak menyurutkan Citizen Bandung untuk wira wiri dijalanan.

Karena membawa ponakan saya yang masih Bayi, Saya dan Adik berpacu keras mencari cara sampai di Hotel secepat mungkin. Jalan pintasan didapat, tetapi sayang lokasi Hotel ternyata jalan One Way, Kendaraan terpaksa memutar jauh. Diterpa lelah dan kantuk, kami memutuskan berjalan kaki saja dan Alhamdulilah, lokasi Hotel ternya hanya berjarak 40 meter dari Kendaraan.

Saya dan Adik bersama Toyota Camaro lantas memutar cukup dekat tapi terasa sangat jauh karena saking macetnya. Satu Jam kemudian setelah melewati godokan kesabaran ala Watukosek, Saya akhirnya mendarat dengan selamat kedalam Hotel.

Keesokan paginya, Inti utama Liburan yakni bersilaturahmi ke Saudara yang kedua di Pasteur dan jalan-jalan ke Gasebo berhasil dilalui dengan lancar barokah sejahtera. Niatnya berbelanja pakaian murah, yang didapati justru butik butik jalanan berbalut pedagang kaki lima.

Sergapan Longsor

Singkat kisah, menjelang sore hari, Kami bergegas kabur dari Kota Bandung menuju jalan utama menuju Tasikmalaya – Ciamis – Banjar. Sejenak kami melipir ke warung makan guna mengisi perut, tapi apa daya, warung dengan tampilan parlente menggiurkan ternyata masakannya malah bikin saya bingung. Makan ngga selera, ngga dimakan sudah dibayar.

Malam menyambut, ketika kami tiba di kota Banjar. Tiba-tiba saja, disebuah pertigaan, ada mobil Patroli Lantas yang mendadak memalang Jalan. “Wah ada apa ini?!” dalam batin. Benar saja, Petugas menginformasikan terjadi longsor di jalan utama Banjar menuju Jawa Tengah. Kami diminta memutar melewati alun-alun Banjar. Setengah jam kemudian, kami sudah kembali ke Jalan utama menuju perbatasan Jawa Tengah.

Dalam kesyahduan berkendara karena jalanan benar-benar sepi hanya kendaraan Saya saja, memasuki wilayah Wanareja Cilacap Jawa Tengah, lagi-lagi Saya dikejutkan dengan longsoran yang hampir menutupi 100 % badan jalan. Jarak dengan longsoran sekitar 10 meter, dalam kegelapan malam Alhamdulilah Kami dapat mengerem tepat Waktu. Bertemu seorang warga yang meminta kami berputar lagi melewati sebuah wilayah antah berantah penuh jalan berlubang dan kegelapan.

Setelah berjibaku melewati jalanan pedesaan yang mencekam bin horor, menuruni lembah dan melewati gugusan hutan-hutan menyeramkan, Akhirnya kami dipertemukan kembali dengan jalan utama Menuju Kota Majenang. Sampai disebuah pertigaan yang ramai, kami baru menyadari, ternyata  hanya saya saja yang melewati jalanan tadi. Kendaraan lain sudah lebih dulu dialihkan sejak dari Kota Banjar dan bertemu di pertigaan ini. Terang saja, sedari tadi rombongan Saya berkendara sendirian. Memasuki Kota Majenang, Perjalanan mulai menampakan titik kedamaian, dari sini hingga kembali ke Kota Purwokerto, Alhamdulilah perjalanan dapat dilalui dengan lancar selamat sampai tujuan.

Keesokan harinya, Saya penasaran mengecek berita longsor di media dan benar saja, longsornya begitu parah. Untung saja, rombongan saya lekas di cegah petugas Lantas, jika tidak mungkin kendaraan kami akan terjebak dalam sergapan longsor berbahaya.

Sebuah Liburan Singkat yang menegangkan..

Comments

comments

6 Comments
    • kasamago
    • kasamago
    • kasamago

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *