Menaklukan Australia

Kasamago.com – – Awal tahun 2017, publik tanah air dikejutkan oleh dua peristiwa yang meledak menghiasi laman pemberitaan nasional. Pertama adalah di hentikannya kerjasama militer antara TNI dan ADF Australia terkait adanya pelecehan terhadap Ideologi Pancasila dalam kurikulum pendidikan Special Forces nya.

Kedua penerobosan KJRI Melbourne oleh warga Australia yang kemudia membentangkan bendera gerakan sparatis Papua Merdeka, Bintang Kejora. Kedua peristiwa beruntun ini sontak kembali mengikis hubungan kedua negara yang senantiasa pasang surut. Publik mulai terpanggil rasa nasionalismenya atas ulah Australia dan segera mengingat berbagai macam ulah nakal negara “bule kesasar” ini yang dipandang meremehkan dan merendahkan wibawa bangsa Indonesia. 

Duri Dalam Daging

Tahukan film kartun atau anime Pokemon, dalam serial ini terdapat kelompok bernama Tim Rocket yang selalu muncul dan mengganggu sang tokoh protagonis. Hobinya berbuat ulah, tak berani bertarung head to head, So Pengecut banget pokoknya. Beraninya main curang dibelakang, manipulatif, dan cara-cara non ksatria lainnya. Sang tokoh protagonis selalu membalas berkali kali namun tim rocket tak pernah kapok. Mungkin pembalasannya hanya sekadarnya saja.  Protagonis dan tokoh utama sempat bekerjasama, namun Tim Rocket selalu mengkhianatinya. 

Ilustrasi Kisah Pokemon tersebut sangat tepat menggambarkan hubungan Indonesia dengan Australia. Bersama Malaysia dan Singapura, Australia adalah duri dalam daging bagi perjalanan hidup Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena mereka adalah Proxy atau pion bagi kubu barat dengan Amerika Serikat sebagai pemimpinnya. Itulah mengapa berbekal Backing dari Barat, Negara Pion ini tetap berani menjahili Negara sebesar Indonesia secara terjadwal sesuai kepentingan majikannya.

Rajin Berulah

Sampai kapanpun, Jamrud Khatulistiwa alias Indonesia tetaplah menjadi target utama penguasa dunia. Negeri indah, subur, penuh sumber daya alam adalah magnet tak terbatas yang wajib direbut dan dikuasai. Australia adalah bagian dari alat penguasa dunia yang memanfaatkan letak geografisnya untuk selalu mematai matai , mengganggu dan bersikap paranoid menganggap Indonesia adalah ancaman dari utara.

Di mulai dari era Trikora, guna mencegah Australia membantu Belanda dalam perebutan Papua Barat, AURI mengirimkan tiga unit pesawat pembom TU-16 Badger ke jantung Australia sebagai peringatan bagi Australia untuk “diam”.

Beberapa ulah Australia antara lain; rajin menyerang Indonesia via tuduhan pelanggaran  HAM di Timor Timur, Papua Barat .  Menjadi provokator atas lepasnya Timor Timur dari Indonesia, Pelanggaran Kedaulatan Udara dan Laut, Penyadapan Presiden SBY, bersikap mendua (standar ganda) terhadap penegakan hukum di Indonesia, penghinaan pejabat tinggi Indonesia, membuang pengungsi Rohingya ke Indonesia dan mendukung sparatisme Papua.

Menaklukan Australia

Bagi yang muak dengan ulah Australia, tentu sangat menginginkan agar Indonesia memberikan balasan yang tegas berupa pemutusan hubungan diplomatik dan pemblokiran akses wilayah Indonesia bagi Australia.  Sayang, sebagai bangsa Timur yang begitu menjujung tinggi nilai kemanusiaan, Indonesia tetap menerima setiap permintaan maaf Australia begitu ulahnya ketangkap basah.

 2019 konon menjadi titik penentuan bagi masa depan Papua, apakah tetap menjadi bagian dari NKRI atau dicaplok oleh musuh yang bersemayam di Australia.

Terus memperkuat Pertahanan NKRI baik personil maupun alat persenjataanya adalah hal yang mutlak, sejarah mencatat, kekuatan diplomasi Indonesia bak Macan bertaring ganda ketika didukung dengan kekuatan militer yang begitu hebat di masanya.  So ayo tingkatkan Alutsista TNI dan Industri strategis nasional demi mengubah TNI menjadi kekuatan militer terkuat di Asia Tenggara dan Pasifik. Jayalah NKRI []

Comments

comments

3 Comments
    • kasamago

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *