Menerawang Masa Depan Jet Tempur Interceptor

MiG 41
MiG-41 Konsep

Kasamago.com — Jet Tempur Interceptor sangat identik dengan kecepatan tinggi diatas rata-rata (> Mach 2) sesuai dengan tugasnya sebagai pencegat, Sebuah Jet Tempur Interceptor harus mampu menangkap basah lawan nya sebelum si lawan merangsuk lebih jauh ke dalam wilayah sendiri atau mengagalkan (ambushment) sebelum jet lawan menjalankan misi nya.

Para Pesawat Pencegat yang telah di kenal nama nya antara lain MiG 25 Foxbat, MiG 31 Foxhound, SR-21 BlackBird, F-14 Tomcat, ADV Panavia Tornado.

Sayangnya, kebesaran nama Interceptor semakin terkikis seiring perkembangan teknologi Jet Tempur, dimana sekarang jet tempur dirancang memiliki banyak peran atau istilahnya Multirole Fighter serta Air Superiority Fighter seperti F-22 dan Su-35 SS yang dirancang memiliki banyak kemampuan tempur.

Semua peran Jet tempur yang sebelumnya di pisahkan, kini disatukan dalam satu tubuh sehingga Jet Tempur Multiperan dapat bertugas untuk serang udara, serang darat, serang kapal, termasuk didalamnya misi pencegatan (Interception) dan pengintaian (Surveillance).

Dalam arsenal tempur blok Barat (NATO & USA), peran Interceptor sepertinya telah murni ditanggalkan dan lebih di efiensikan ke dalam Jet Tempur Mulltirole seperti Rafale, Eurofighter Typhoon, F-22, dan F-35. Sehingga harapan para penggemar Jet Pencegat bersandar pada Negara bekas adidaya, The Bear Russia.

Di Negara inilah, Peran dan Pengembangan Jet Pencegat masih mendapat tempat di hati Presiden Vladimir Putin. MiG-31 Foxhound menjadi tulang punggung AU Russia sebagai Jet berkualifikasi Interceptor. Karena telah berumur (diciptakan di masa Uni Soviet), MiG-31 Foxhound harus mengalami Upgrade khususnya di sektor avionik, hasilnya adalah varian MiG-31 BM yang direncanakan akan terus terbang hingga Tahun 2028.

MiG 31 Foxhound, Rusia

Next Generation Interceptor Figher, MIG-41

Dibawah panji kekuasaan Vladimir Putin, Rusia seolah terus memberikan kejutan bagi dunia barat dalam hal Modernisasi Militernya. Setelah dirasa berhasil membangun T-50 PAKFA, Russia tak hanya berencana membuat bomber generasi baru tetapi juga Pesawat Interceptor.

AU Russia sadar, setangguh tangguhnya MiG-31 diretrovit, diupgrade, dll tetap saja memiliki jangka waktu usia pemakaian sehingga membangun MiG-41 sebagai penerus MiG-31 adalah pilihan yang cukup tepat.

Selain itu, Sebuah pesawat Interceptor ternyata memiliki potensi luar biasa yang jarang atau belum pernah dioptimalkan yakni sebagai Pesawat anti serangan rudal balitik/misil (Air Missiles Defence System).

Dibandingkan dengan Sistem Pertahanan Udara (SAM) yang berbasis Silo atau pun Mobile diatas truck, memakai Jet Tempur sebagai sistem SAM diyakini lebih fleksibel, taktis dan mematikan.

Pihak lawan akan sangat sulit menghancurkan Sebuah Sistem Pertahanan Udara berbasis Jet Interceptor, bayangkan lawan harus menemukan dan memburu lokasi Sistem Pertahanan Udara yang mampu bergerak kesana kemari dalam kecepatan super?! Sangat membuang waktu dan melelahkan. Bandingkan dengan Sistem Pertahanan Udara berbasis darat dan kendaraan, bila berhasil dilacak dan diantisipasi keberadaanya sangat rawan diserang oleh Jet Tempur lawan.

Penangkal Kerubungan NATO

Peran Interceptor bagi Kekuatan Udara Rusia akan senantiasa di maksimalkan selama pembangunan dan modernisasi persenjataan Rusia masih terus berlangsung ,Seiring meningkatkan ancaman Militer NATO dan AS yang terus bergerak mengkerubungi wilayah Rusia. NATO telah dianggap dan dinyatakan sebagai Ancaman Rusia dalam buku strategi Pertahanan Rusia yang baru.

Upaya mengancam kedaulatan Rusia dibuktikan NATO dengan rencana penempatan Markas Permanen di Polandia (mulanya di Jerman, tetapi Jerman berkeras menentangnya) dan Rudal Pertahanan Udara di Negara-negara Eks Soviet seperti Ukraina, Lithuania dan Esthonia.

Adanya militer asing yang diletakan di negara-negara yang berbatasan langsung dengan Rusia adalah ancaman dan teror yang sangat amat serius. Jika Jet Interceptor MiG-41 serius dikembangkan, keberadaanya dapat membantu meningkatkan daya gentar (Deterens Effect) bagi militer Rusia.

Apalagi jika MiG-41 berhasil berperan sebagai wahana Sistem Pertahanan Udara anti misil, maka harapan NATO mengunci Rusia dengan menempatkan rudal-rudalnya di perbatasan Rusia dapat dieliminasi.

Top Pic : MiG-41 Konsep

Comments

comments

3 Comments
    • kasamago

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *