Mengenal Perovskite, Sumber energi Gadget di masa depan

Kasamago.com – – Harus dunia akui, bahwa diantara perkembangan teknologi yang begitu masif disegala lini khususnya Software dan Hardware hanya teknologi energi lah yang sepertinya mengalami Stuck alias jalan ditempat. Kalaupun ada teknologi baru, sifatnya belum dapat diaplikasikan secara aman dan murah ke masyarakat. Ya, teknologi energi khususnya untuk perangkat elektronik/gadget tak keluar dari Lithium Ion, Lithum Polymer, Baterai AA single use. Tapi untungnya ada secerah harapan bernama Perovskite.

Sepasang ilmuwan muda dari Eropa sana berhasil menciptakan material bernama Perovskite, yakni  material yang setipe dengan struktur kristal berunsur calcium titanium oxide (CaTiO3), material ini kemudian disebut Perovskite Struktur. Perovskite mampu penyerap energi matahari (solar cell) sebagai sumber energi peralatan elektronik apapun. Keunggulannya adalah materialnya yang lembek, fleksibel layaknya kertas dapat diaplikasikan ke tekstur/permukaan apa saja, dari Smartphone, Jam Tangan hingga  atap rumah (pemanas air).

Perovskite Solar cell tak pelak menjadi salah satu teknology hijau (alternatif) paling menarik untuk dikembangkan di Tahun 2016 ini.  Diharapkan Perovskite mampu memadukan kemampuan menyediakan kualitas energi yang baik dengan harga yang murah sehingga lebih mudah diterima oleh pasar (Produksi Massal). Saat ini, Perovskite masih memiliki kendala di ranah Durabilitas bahan material nya, lifespan dari solar cell materialnya belum memenuhi standar kelayakan. Permasalahan ini sedang dicoba ditangani oleh para peneliti dari  Swiss Federal Institute of Technology in Lausanne (EPFL)

Peneliti EPFL sedang berusaha mengembangan bahan konduktif anorganik baru untuk Cell Perovskite yang lebih murah, tingkat konversi energi yang tinggi, dinamis sehingga diharapkan dapat membuka jalan untuk mendapatkan lapisan Perovskite yang efektif, tahan dan hemat biaya. Salah satu materi yang tengah di uji coba adalah dissymmetric fluorene–dithiophene (FDT).

Perovskite memiliki jaringan dan struktur yang sering digunakan secara bergantian, teknisnya, perovskite adalah sejenis mineral yang pertama kali ditemukan di Pegunungan Ural dan dinamai Lev Perovski, nama pendiri pendiri dari Masyarakat Geografi Rusia (RGS). Struktur perovskite merupakan terdiri dari senyawa yang memiliki struktur yang sama dengan mineral perovskite.

Last, Perovskite merupakan suatu material yang mempunyai potensi kuat sebagai sumber energi alternatif paling efektif, murah dan tangguh di masa mendatang. Jika para peneliti sukses mengembangkan Perovskite sebagai energi alternatif yang siap di produksi massal (dipasarkan), kelak perangkat-perangkat elektronik, seperti gawai, AC, Kendaraan, Pesawat, dll akan ditempeli lapisan Perovskite sebagai sumber energi utamanya. Tak perlu lagi kabel charger, adaptor, dll cukup taruh dibawah sinar surya, tunggu hingga penuh dan perangkat siap digunakan kembali. Gambaran yang menjadi harapan para pihak yang menginginkan adanya Revolusi baru di bidang sumber energi.

Comments

comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *