Mengenang Sepak terjang Kapal selam Tipe 206 Korps Hiu Kencana

Kapal Selam Tipe 206
Type 206 Class Submarine – Seaforces.org

Kasamago.com — Semasa belum menekuni dunia blogger, saya yang gemar mengamati kabar Alutsista TNI hanya terpesona penuh kepolosan menyantap berita yang disajikan media dan sumber resmi Pemerintah. Namun seiring berkembang nya jiwa karsa manusia, saya akhirnya meyakini dan memahami, Belanja dan Modernisasi Alutsista negeri tercinta, khusus yang strategis dan deadly (Jet Tempur, Rudal, Kapal Selam, Kapal Perang, Sistem Komunikasi, dll ) lebih banyak yang undercover penuh misteri.

Dengan anggaran belanja versi Off Budgerter maka makin misteri lagi proses belanja Alutsista, Media besar sekalipun akan kesulitan menelusurinya.

Alutsista Misterius Tipe 206

Salah satu Alutsista Strategis yang luput dari pemberitaan media dan masyarakat adalah Lontong Siluman alias Kapal Selam Tipe 206 buatan Jerman Barat. Melalui sebuah forum diskusi militer yang pelik dimana unsur fiktif, imajinatif, reality berkelindan menjadi satu memancing akal dan nalar pembaca membara memikirkan nya.

Konon dan Alkisah, Tipe 206 Hiu Kencana TNI AL terlibat dalam pengejaran sengit terhadap dua kapal selama bertenaga nuklir Amerika jenis Los Angeles di kedalaman laut banda yang sunyi dan gelap. Dalam aksi pengejaran tak berimbang ini, Salah satu Tipe 206 Korps Hiu Kencana tumbang dan karam ke dasar lautan membawa puluhan awak ksatria di dalam nya.

Peristiwa ini terjadi tak lama setelah Bencana nasional Tsunami Aceh 26 Desember 2004 silam, dimana banyak pakar meyakini bencana Tsunami Aceh di picu oleh ledakan bom Thermo nuklir bawah laut yang di bawah oleh salah satu Kapal Selam Nuklir Amerika di sekitar Pulau Nias. Teori konspirasi ini menuai kontroversi hingga kini, namun banyaknya kejanggalan dan clue bahwa Tsunami Aceh bukanlah gejala alam sudah banyak yang mengulas nya, silahkan dipelajari sendiri.

Gugur nya sebuah KRI U206 menjadi salah satu pemicu kesadaran akan lemah nya kekuatan militer RI terhadap serangan strategis tingkat tinggi. Kepemimpinan SBY segera memacu energi untuk melakukan modernisasi besar besar an,dimana secara resmi (terbuka ke publik) proyek ini dikenal sebagai Minimum Essential Forces. Salah satu belanja Alutsista rahasia yang di akuisisi antar lain Kapal Selam Jenis Kilo 636 Class SSK,Sukhoi Su35, Dassault Rafale, SAM S300 dan lain nya. >> BACA : Daftar Alutsista Dashyat TNI

Kapal Selam Tipe 206

Kapal Selam Tipe 206
Tipe 206

Dikembangkan oleh Pabrikan  Howaldtswerke-Deutsche Werft (DHW) Jerman di tahun 1950 an sebagai kompetitor kapal selam soviet Whiskey class yang juga dimiliki TNI Al semasa Trikora. Saya yang penasaran atas sepak terjang Tipe 206 di atas memaksa jari jemari untuk mencari referensi asing terkait kepemilikan Tipe 206 oleh TNI AL, dan ternyata ada meski dalam uraian singkat berbahasa inggris.

Di tuliskan bahwa pada tahun 1997/1998 ,Indonesia membeli 5 unit Tipe 206 ex Jerman yakni :U13 (KRI Nagarongsang), U14 (KRI Nagabanda),U19 (KRI Bramastra), U20 (KRI Alugoro), U21 (KRI Cundomanik) yang kemudian di modifikasi khusus untuk perairan tropis. Dari ke lima KRI, Entah yang mana yang dikaramkan oleh kapal selama Amerika. 

Masa dinas Tipe 206 diperkirakan berakhir atau decomission pada tahun 2010 ketika TNI AL sudah memiliki Kapal Selam Kilo dan pengadaan Tipe 209/1300 ChangBogo Korea. So, sejatinya Armada Hantu Laut kita itu mungkin bejibun, Dahulu, kita hanya di cekoki info kalau Indonesia hanya punya 2 Kapal Selam; Tipe 209 KRI Cakra 401 dan KRI Nanggala 402.

Last, Kapal Selam adalah Salah satu senjata mematikan suatu negara yang tetap handal hingga kini, menjadi awak Korps Hiu Kencana tidaklah mudah dan nyaman. Mereka adalah Ksatria One Way Ticket, sekali berperang tiada jalan untuk kembali. Terimakasih atas pengabdian para Hantu laut nusantara.. Gugur dan Menang tak dikenang.

Wira Ananta Rudhira, Tabah Sampai Akhir.

Comments

comments

One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *