Mengubah Pulau Reklamasi menjadi Pangkalan TNI

Pulau Reklamasi

Garuda Giant Sea Wall – HarianTerbit.com

Kasamago.com – –

Kegaduhan rasanya sulit dihilangkan dari panggung kehidupan Republik dua tahun belakangan ini. Sekian dari banyak Kegaduhan, terganas adalah Penistaan Agama, Perppu Ormas, G30S/PKI dan PilGub DKI Jakarta.

Pidato Gubernur baru DKI Jakarta di Balai Kota juga sukses membuat kegaduhan baru yang mampu menohok para pengkhianat negara sehingga membuat mereka bergejolak tanpa akal sehat.

Sebuah Kuda Troya ?

Sejak republik berdiri hingga era digital, Jakarta adalah pusat perang Asimetris, antara neo Kolonialisme versus para patriot sejati. Perang akbar ini belum berakhir, di medan digital, triliunan paket data telah melayang demi kemeriahan perang.

Proyek Pulau Reklamasi, Garuda Giant Sea Wall di teluk Jakarta sangat diduga kuat disalahgunakan sebagai pintu gerbang atau Kuda Troya kubu Neo Kolonialisme untuk kembali mencengkram Ibu Pertiwi via Ibu Kota.

Salah satu janji Politik Gubernur DKI Jakarta yang baru adalah menghentikan Proyek Reklamasi teluk Jakarta karena super Kontroversial. Salah satu alasan terkuat adalah Proyek tersebut telah melanggar kawasan strategis yang menyangkut kedaulatan dan pertahanan ibu kota.

Di teluk Jakarta berdiri pangkalan militer, polisi , Hydrografi/Oceanografi dan instansi penting negara lainnya. Banyaknya instalasi strategis negara tersebut seharusnya menjadi bahan pengkajian penting sebelum suatu proyek milik swasta diwacanakan.

Baca Juga : Meikarta, Benteng atau Ibukota?

Pangkalan Militer

Membangun kota raksasa diteras Ibu Kota negara oleh konglomerasi swasta dengan pembeli dari luar dan dalam negeri berpotensi menjadi negara di dalam Negara. Terlepas dari unsur Bisnis dan ekonomi, Kerawanan dapat ditimbulkan dari sisi pertahanan, politik, sosial budaya, apalagi Pihak Nelayan  jelas paling dirugikan.

Reklamasi sudah kadung berjalan, Saatnya TNI mengambil sikap tegas dengan mengambil alih dan memanfaatnya sebagai pangkalan utama TNI yang meliputi seluruh Matra, plus sebagian dikelolakan kepada para Nelayan.

Jika Proyek Reklamasi oleh swasta berjalan lancar, bukan tidak mungkin proyek serupa akan dilakukan ditempat lain diseluruh Indonesia, dan ini konon sudah dipetakan.

Teluk Jakarta sangat strategis, manfaat dan dampaknya cukup besar, Membuatnya menjadi Pangkalan Militer adalah pilihan bijak, tak diharuskan dibekali Alutsista yang hebat seperti Rudal, Jet Tempur atau Kapal Selam karena sejatinya, Alutsista hebat itu ada di tangan para pemimpin , kesejahteraan dan persatuan Rakyatnya.

Baca Juga : Pemimpin adalah Raja Alutsista

Comments

comments

2 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *