Menimbang Pembentukan Badan Cyber Nasional

Kasamago.com – – Wajar bila ada yang menyebutkan bahwa Perang Dunia ke 3 (World War III) tengah berlangsung. Dimulai sejak ledakan atau booming era Digital terjadi yakni tatkala Internet, Dunia Maya dan device yang mendukungnya sudah menjadi makanan pokok masyarakat tanah air.

Wajah Perang Dunia ke 3

Jauh beda dengan perang konvensional ala Perang Dunia I dan II, Perang Dunia 3 menawarkan gaya perang super baru, kompleks, penuh tipu daya, dan mengandalkan teknologi masa kini. Gaya perang ini disebut Perang Hybrida, campuran antara jenis perang Simetris (konvensional), Asimetris dibaur bersama Media dan Teknologi.

Contoh tipe perang Simetris dan Asimetris ada di medan Suriah, disanalah kekuatan besar dunia terlibat. Suriah bersama Russia, Iran, Hizbullah, Irak melawan Pemberontak yang menjadi boneka (Proxy) aliansi barat (Amerika, Turki ,NATO).  Sedang Perang Informasi dan Media nya terjadi diseluruh dunia termasuk Indonesia.

Imbas dari perang ini adalah timbulnya berbagai macam berita provokatif, tendensius ,fitnah, dan tak bertanggung jawab alias Hoax yang berujung pada ancaman retaknya persatuan bangsa dan kehidupan bernegara. Internet dan khususnya sosial media bak pisau bermata dua, menimbulkan keburukan dan kebaikan.

Semua kembali pada penggunanya, tetapi jika aturan yang berlaku masih membuat pengguna tak mampu memanfaatkan internet dengan bijak/positif, itulah saat yang tepat bagi negara membentuk suatu lembaga khusus yang mengawasi dan mengontrol jagat maya tanah air.

Badan Cyber Nasional

Wacana dan Rencana pembentukan Badan Cyber Nasional segera mencuat di media massa. Dunia Cyber oleh negara telah dianggap sebagai ranah penting dan berprioritas semenjak internet dalam hal ini media sosial marak dimanfaatkan sebagai medan pertempuran. Saling hujat, mengumbar hoax, Perjudian, Prostitusi, Pornografi, Penipuan, Fitnah, Kebohongan Media Mainstream dan yang tengah hits, kabar HOAX, semua tumbuh subur didunia digital.

So, Memang sudah saatnya bila negara memiliki lembaga cyber nasional guna mencegah hal-hal negatif dari dunia maya dan menjaga agar “kehidupan” di dunia maya senantias bergerak dijalur yang positif. Namun ada catatan bagi keberadaan Badan Cyber Nasional, yakni Jangan sampai dalam eksekusinya Badan Cyber justru menjadi pengekang dan pengancam kebebasan masyarakat.

Karena nantinya perbedaan antara tugas pengawasan dan pengekangan dapat setipis kabut, dimana jelas akan bersinggungan dengan hak kebebasan dan keterbukaan. Partisipasi aktif dari pengguna internet atau masyarakat sangat diperlukan dalam memelihara situasi kondusif di dunia maya.

Harapannya, Tujuan mulia utama dari terbentuknya Badan Cyber Nasional adalah membuat masyarakat tanah air atau seluruh pengguna internet lebih bijak, Kritis, cerdas dan bertanggung jawab dalam setiap aktifitasnya, baik itu menyampaikan ,menerima ataupun berbagi sesuatu.

Demi Kebaikan bersama, mari menggunakan Internet dengan bijak demi Indonesia Baik.

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *