Misteri Rekening 506 dan Upaya Menghancurkan NKRI?

Rekening 506
Rekening 506

Kasamago.com – – Ada suatu artikel menarik yang sukses memantik rasa penasaran dan layak menjadi bahan perbincangan serius, artikel ini berisi kisah yang dituturkan sosok anonime ber tajuk Mbok YemDisadur dari laman Klikbalikpapan.co, berikut saduran artikel yang berjudul Cerita Underground Mbok Yem dan Rekening 506. Bagi yang tertarik menggeluti dunia Intelejen, Hitman, Spy, Detektif dan film semacam Sherlock Holmes, James Bond, Jason Bourne, Mission Impossible, Kingsman, John Wick atau Stabilizer sangat tepat untuk membahas konten artikel ini lebih jauh lagi.

Misteri Rekening 506

Pernah kah kita bertanya: kemana dana subsidi BBM, varian pajak, utang negara? Pernah terpikir: kenapa dulu minyak dunia terperosok tapi harga BBM naik? Kenapa banyak sekali groundbreaking atau peletakan batu pertama tetapi kelanjutannya tidak pernah ada?

Kemana dana-dana itu? Infrastruktur yang dijanjikan tidak terbukti. Bahkan, tol laut yang dijagokan sekadar kapal laut yang dicat dan body kapal itu ditulis besar-besar: TOL LAUT. Lalu, infrastruktur lain babak belur. Terlebih di sejumlah daerah. Jangan tanya kalau di perbatasan dan pedalaman.

Naifnya, daerah kena korban dipangkasnya anggaran. Tetapi statistik dibagus-baguskan, pertumbuhan ekonomi ditinggi-tinggikan. Padahal jauh berbeda dengan kenyataan lapangan. Rentetan PHK massal terjadi, harga-harga naik tak terkendali, sampai-sampai dibuat tax amnesty yang menabrak UU pencucian uang. Dan itu dijajakan, dibuat seolah teror, diiklankan.

Dengan asumsi bisa menarik uang warga Indonesia di luar negeri sebanyak 11.400 triliun, itu sekadar mimpi. Bahkan, target Rp 165 triliun baru tercapai 2,4 persen dari jumlah itu. Sudah ilegal, juga gagal. Padahal tahun 1984 penerapan serupa gagal. Begitu pula banyak negara lain yang gagal. Kenapa masih memaksa? Bahkan menabrak UU pencucian uang.

Agak sulit bahkan mustahil berharap pemerintah jujur. La wong Menkeu Sri akhirnya menemukan temuan janggal di APBN dan akhirnya direvisi. Dampaknya, pemangkasan tak dapat dihindarkan. Sri menilai APBN terlalu optimis, beda dengan kemampuan yang ada.

Nah, dari paparan di atas pertanyaannya kemudian: kemana uang negara selama ini? kemana utang? Kenapa pemangkasan terjadi, kenapa Indonesia makin hancur padahal sumber daya alam melimpah.

Di sini cerita undergroundnya. Mbok Yem, sebut aja begitu, memberitahu semua masalah ekonomi saat ini bermuara pada rentetan masalah yang terjadi 1997-1998. Masalah itu menjadi bom waktu sampai sekarang, bahkan nanti. Kini, ketika dilakukan audit finansial global, banyak negara kelimpungan.

Tak terkecuali Indonesia. Mbo Yem bilang, aktornya justru di sini. Ada oknum 3 Independent bermain. Three independent itu: pemerintah, Bank Indonesia, dan BIN. Dulu amanah mantan Kepala BIN diamanahi alm Ari J Kumaat. Tetapi beliau diganti AM. Hendropriyono.

Lalu, UUD 1945 diamandemen sampai empat kali. Kini, negara ini menjalankan UUD amandemen 2002, tetapi teriaknya selalu UUD 1945. Rentetan masalah pun sejak itu mulai mengalir. Merembet ke luar negeri. Kita ringkas, akhirnya sekarang telah dilakukan audit finansial global. Banyak terungkap kasus pencucian uang yang melibatkan presiden dan pejabat di luar negeri. Audit pun siap ke Indonesia:

“Ketika Audit Finansial Global yang akhirnya rekening 506 ditetapkan dikunci, otomatis secara global semua lembaga keuangan yang terkait rekening tersebut tidak bisa diakses. Padahal rek 506 itu rek offshore yaitu rekening penjaminan mata uang seluruh dunia,” ujar Mbok Yem.

Ia melanjutkan, “Penguncian ini akhirnya berakibat para pemerintah seluruh dunia termasuk Indonesia bermanuver untuk menjalankan roda pemerintahan.”

Penghancuran NKRI ?

Mbok Yem juga membeberkan informasi dari orang DJP. “Ternyata sampai dengan APBNP 2016 kenyataannya menkeu pak Bambang (sebelum Sri Mulyani) tidak berhasil merealisasikan anggaran, katanya pegawai DJP begitu…”

Begitu pula kondisi BUMN. Sekarang diisi orang-orang yang membantu kampanye Pilpres. Seoalah jadi bancakan bagi-bagi kursi.

“Ada kemungkinan anggaran BUMN itu untuk memutar keuangan BUMN, soalnya para BUMN tersebut sudah mulai kesulitan likuiditas…”

Maksudnya begini, kata Mbok Yem, BUMN tersebut ternyata mengalami kesulitan finansial, baik yang sudah ketarik ke rekening offshore atau yang berkinerja buruk.

“Setelah diesepakati bantuan USD 3 miliar dengan jaminan dari 3 bank pelat merah maka secara formal meneg BUMN mempunyai amunisi senilai tersebut untuk menggerakkan ‘proyek infrastruktur abal-abal’ sebagai kamuflase pergerakan. Kasarannya supaya Laporan PertangungJawabannya jelas nduk…”

Tetapi, bukan berarti pinjaman USD 3 M tersebut serta merta dikeluarkan dari CDB. “Uang yang disepakati tersebut sebenarnya ada di Bank Indonesia Jalan Thamrin 2 Jakarta nduk…” Tahun ini, Bank Indonesia pun akhirnya malu-malu kucing mengakui jika perekonomian masih terseok-seok.

Hal mengerikan, kata Mbok Yem, mulai tercium tanda-tanda yang menyulut pada provokasi yang bisa berpotensi kerusuhan. Masuknya imigran gelap Cina terindikasi gerakan sistemik untuk menguasai Indonesia secara perlahan-lahan.

Bahkan, di saat pengangguran di Indonesia tinggi, imigran gelap malah diberi ruang pekerjaan. Itu terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Bahkan, mereka tidak bisa bahasa Indonesia dan Inggris. Ini sengaja memicu konflik horizontal.

Padahal di Cina daratan sekarang kondisinya sangat memprihatinkan, bencana dimana-mana, kelaparan dimana-mana, pengangguran juga sangat tinggi, makanya aneh kalau sampai banyak wisman Cina pada nyerbu ke Indonesia, kata Mbok Yem.

“Yang paling fenomenal ya proyek kereta cepat itu. Waktu itu pernah ada tenaga asing dari Cina kepergok sedang melakukan pemetaan di lanud Halim Perdanakusumah. Beritanya kan heboh.” Jadi begini, ujar Mbok Yem, “Setelah kekuatan Komunis di seluruh dunia tertekan, mulai Kuba, Rusia dan terakhir Cina, maka mereka berharap ke Komunis Indonesia dan Korut sebagai benteng terakhir…”

“Karena jumlah tenaga asing banyak, maka dicarilah tempat penampungan yang cukup luas, salah satunya adalah hutan Kalimantan…”

“Di hutan Kalimantan itu mereka melakukan konsolidasi berupa pelatihan persiapan melakukan asimilasi atau penyusupan ke wilayah padat penduduk di seluruh Indonesia. Kita jangan sampai tersulut,” pesan Mbok Yem.

Biarkan saja audit berjalan. Rekening 502 dan 506 sudah dikunci. Audit pun telah memasuki Indonesia dan sudah selesai. Proses hukum sedang berjalan. Tinggal kita lihat, kedustaan dan manuver apa lagi yang akan dimainkan rezim? Kelak, kata Mbok Yem, akan lucu pada waktunya. Ia pun berlalu begitu saja.

Last, siapakah sosok Mbok Yem, apakah sosok nyata atau hanyalah sosok imajiner bertabir fiksi, namun melihat uraian yang disampaikan akan sangat mubazir jika di pandang sebatas dongeng semata..

 

Comments

comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *